Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:38

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Polemik Helaran Budaya Jangan Dipolitisir

Oleh: Nuki Nugraha - Jumat 21 Agustus 2015 | 06:19 WIB

Polemik Helaran Budaya Jangan Dipolitisir

net

BERITACIANJUR.COM – Polemik mengenai tarik ulur pelaksanaan helaran budaya terus menggelinding. Belakangan, sebagian kalangan bukan hanya sekedar mengusulkan agar pesta rakyat tahunan itu tetap digelar. Lebih dari itu, mereka juga meminta pihak terkait untuk tidak terlalu mempolitisirnya.

 

Bagi sebagian kalangan, pilkada sebagai alasan yang mendasari keputusan pemerintah daerah untuk tidak menggelar helaran budaya tahun ini terkesan sangat mengada-ada. Apalagi sampai muncul kekhawatirkan akan terjadi benturan akibat masuknya kepentingan calaon tertentu, itu dinilai terlalu berlebihan.

 

“Saya kira sepertinya ini hanya ketakutan pemerintah daerah yang terlalu berlebihan. Masalahnya, kalau sampai pawai jadi digelar sebelum penetapan calon oleh KPU Cianjur,  tentu yang diuntungkan Suranto. Sebagai bakal calon, dia  dipastikan akan hadir di tengah-tengah acara mendampingi bupati, karena masih menjabat sebagai wakil bupati,”ujar Ketua Jaringan Intelektual Masyarakat Mahasiswa Tdjiandjoer (JIMMAT) Lutfi Alawi, Kamis (20/8).

 

Menurut Lutfi, kalau pemerintah daerah arif, soal pelaksanaan helaran budaya sebenarnya tidak perlu berkembang menjadi polemik. Sebab, baik helaran budaya yang digelar dalam rangka HJC maupun pilkada, sejatinya  sama–sama jenis pesta rakyat. Sehingga, dalam memutuskan perlu dan tidaknya helaran budaya digelar tahun ini, jangan hanya dilihat dari sisi politik saja.

 

“Dengan kata lain, saat dihadapkan pada kondisi seperti ini pemerintah daerah seharusnya bersikap jauh lebih arif. Jangan malah sebeliknya, melihatnya hanya dari satu kacamata saja,”katanya.

 

Diakui Lutfi, pihaknya cendrung lebih setuju dengan usulan seniman maupun budayawan yang inisiatif untuk menghadirkan semua calon peserta Pilakda Serentak 2015 di tengah jalannya helaran budaya. Alasannya, bukan tidak mungkin saat ini masih banyak warga Cianjur yang belum mengenal calon satu per satu.

 

Selain itu, dengan dilibatkannya semua calon, tentu akan berdampak positif bagi terciptanya  suasana politik yang jauh lebih kondusif dan menguntungkan.“Selain menunjukan asas keadilan, suasana politik juga akan semakin damai dan harmonis. Bukannya semua pihak menginginkan pelaksanaan pesta demokrasi di Cianjur berlangsung damai dan lancar? Kalau betul, apa salahnya inisiatif menghadirkan semua  calon dalam helaran benar-benar direalisasikan. Apalagi saya dengar, pihak kepolisian juga sudah siap untuk mengamankan jalannya acara, itu jauh lebih baik lagi,”paparnya.

 

Terkait kesiapan pihak kepolisian untuk turut mengamankan jalannya helaran budaya, sempat disampaikan langsung Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu. Ia menuturkan, pada intinya kepolisian selalu siap membantu melakukan pengamanan setiap kegiatan masyarakat, termasuk di dalamnya pawai heleran budaya.

 

“Intinya, selaku petugas pengamanan di  daerah, kita tentunya harus selalu siap melakukan ataupun memberikan pengamanan untuk kegiatan yang dilakukan masyarakat, termasuk salah satunya kegiatan pawai HJC (helaran budaya, red),” ujar Asep saat dihubungi “BC”.

 

Hanya saja, lanjut Asep, kalau memang sesuai rencana yang mau diadakan itu helaran  budaya, pada pelaksanaannya nanti dilapangan harus seperti itu juga. Artinya, jangan sampai dijadikan sebagai ajang kampanye karena ini menjelang perhelatan Pilkada.

 

“Pokonya, ya kalau memamang melenceng dari yang direncakan, tentu kita juga harus melakukan tindakan sebagai langkah antisipasi pengamanan dan keamanan di Cianjur,” tandasnya. ***

Komentar