Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 13:45

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Petani Bunga Hias Kurang Perhatian

Oleh: Rudi Rusmana - Jumat 21 Agustus 2015 | 09:00 WIB

Petani Bunga Hias Kurang Perhatian

rudi rusmana/'BC'

BERITACIANJUR.COM - Para petani bunga hias yang berada di wilayah Cipanas dan sekitarnya, saat ini kondisinya memprihatinkan. Padahal, menurut Maman (50), seorang petani bunga, bertani bunga hias tersebut pada waktu sebelum-sebelumnya cukup menjanjikan.

 

"Menanam bunga hias itu, untuk saat ini kondisinya tidak seperti pada waktu-waktu sebelumnya. Kalau dulu memang cukup menjanjikan," ucapnya saat ditemui di kebun bunga hias di wilayah Cibodas kemarin.

 

Dia mengatakan, kalau waktu dulu bertani bunga hias tersebut hasilnya dapat dikatakan bisa dibanggakan karena begitu banyaknya pesanan yang diterima. "Bila dulu kan masih banyak pesanan terutama dari luar kota seperti Jakarta, salah satunya untuk proyek perumahan. Tetapi saat ini sepi pesanan," kata Maman.

 

Sehingga lanjutnya, rata-rata sebagian besar para petani bunga tersebut mengeluh karena sepi pembeli. "Saat ini pun masih ada pembeli tetapi tidak seperti dulu memesan bunga hias dengan jumlah partai yang besar," imbuh Maman.

 

Hal senada dikatakan petani bunga hias lainnya di wilayah Cibodas, Hidayat (45). Dirinya bertani bunga hias hanya untuk mempertahankan hidupnya saja. "Karena profesi saya menanam bunga hias dan tidak memiliki keahlian lainnya, jadi mau tidak mau sampai sekarang tetap bertahan saja meski kondisinya seperti ini," kata Hidayat saat ditemui di lokasi yang sama.

 

Hidayat berharap, semoga pihak pemerintah dapat memperhatikan nasib para petani bunga hias supaya bisa kembali bangkit dari keterpurukannya. "Kan modal untuk menanam bunga hias itu berikut perawatannya relatif besar biayanya, sementara pengeluaran setiap bulan untuk bertahan hidup pun tidak sedikit. Sehingga dirasakan lumayan berat juga," terangnya.

 

Hidayat menyebutkan, setidaknya mereka dapat bantuan dari pemerintah seperti pupuk dan bibit serta peralatan lainnya untuk bertanam bunga hias. "Kalau bisa turut membantu untuk pemasarannya juga," harapnya.

 

Sementara itu Sekretariat Bersama (sekber) mitra Pemerintah Cipanas, akan mencoba berusaha untuk menjembatani hal tersebut dengan mengusulkannya kepada pihak pemerintah.

 

"Coba nanti akan kita upayakan untuk diusulkan kepada pemerintah melalui dinas terkait, supaya lebih memperhatikan nasib para petani bunga hias tersebut dengan diberikan semacam bantuan. Sehingga mereka bisa kembali bangkit," singkat Sekjen Sekber, Ade Kosasih ketika dihubungi dalam kesempatan terpisah. ***

Komentar