Selasa, 24 Oktober 2017 - Pukul 00:10

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

DPR Tuding Menag Lakukan Kebohongan Publik

Oleh: Disma M. Taryum - Sabtu 22 Agustus 2015 | 07:31 WIB

DPR Tuding Menag Lakukan Kebohongan Publik

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Munjahid menuding Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin telah melakukan kebohongan publik terkait kesiapan penyelenggaraan ibadah haji.

 

Menurut Sodik, Komisi VIII merasa kecewa menyaksikan persiapan pemberangkatan calon jamaah haji. Kekecewaan itu terutama disampaikan kepada Menteri Agama yang sejak dua minggu lalu menyatakan bahwa persiapan haji sudah 90 persen.

 

"Faktanya, sampai hari ini masih banyak jamaah haji kloter pertama yang belum memiliki visa, padahal mereka sudah harus berangkat hari ini," kata Sodik di gedung DPR Jakarta, Jumat (21/8).

 

Menurut politikus Gerindra itu, hal ini bukan mengada-ada apalagi cerita fiksi. Karena fakta yang ditemukan tim Komisi VIII saat kemarin siang berangkat melaksanakan tugas pemantauan dan pengawasan  di berbagai embarkasi, menemukan masalah visa jeamaah.

 

"Dengan kondisi faktual persiapan haji yang berbeda signifikan dengan pernyataan menteri agama, maka Komisi VIII menilai Menteri Agama telah melakukan kebohongan publik," tegasnya.

 

Menag, lanjut Sodik, terlalu tergesa gesa, tidak menerima penjelasan utuh  atau tidak menyediakan waktu melakukan verifikasi terhadap laporan para stafnya terutama staf di berbagai daerah dan embarkasi pemberangkatan. (net)

Komentar