Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kesejahteraan Masyarakat Minimalisir Politik Uang

Nuki Nugraha

Rabu, 13 Januari 2016 - 09:53 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR - Tingkat kesejahteraan masyarakat dapat meminimalisir terjadinya transaksional illegal yakni politik uang pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Hal tersebut dikatakan anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Tavip Darmawan.

Menurutnya, terjadinya transaksi politik uang ini seiring dengan kemajuan pola pikir masyarakat yang berbanding lurus dengan kehidupannya, atau bisa dikatakan tingkat kesejahteraannya termasuk didalamnya soal jenjang pendidikan.

Dimana terjadinya transaksional illegal tersebut seringkali banyak terjadi di perkampungan-perkampungan yang nota bene, sebagian besar masyarakatnya cendurng banyak yang mengalami putus sekolah, baik itu setingkat SD, SMP ataupun SMA.

“Politik uang ini cendung kebanyakan terjadi di perkampungan. Laih halnya dengan di perkotaan, dimana itu tidak begitu berfungsi. Ini dikarenakan masyarakat sudah mengerti dan tahu,”ujar Tavip kepada BC, belum lama ini.

Jadi pendidikan politik itu dengan tingkat kesejahteraan sangat berkaitan erat. Ketika orang yang tingkat kesejahterannya tinggi disodorkan untuk memilih (pada pemilu-red), tentunya mereka lebih memilih pendidikan. Berbeda dengan yang tingkat kesejahteraannya rendah, mereka cendrung akan memilih apa yang dapat diraihnya pada saat itu.

Kendati begitu, pihaknya optimis jika suatu saat transaksi politik uang ini akan berkurang, seiring dengan kemajuan pola pikir masyarakat.

“Kalau hilang sepertinya tidak mungkin. Allah pun menurunkan agama, kejahatan tidak lantas menjadi hilang, tapi paling tidak itu bisa meminimalisir. Soalnya di Negara Amerika saja yang sudah modern tetap masih ada praktik seperti itu,”ucapnya.

Adapun pertanyaanya sekarang, jelas Tavip siapa yang harus bertanggungjawab soal pendidikan politik terhadap masyarakat ini, tentunya pemerintah yang mempunyai peran dan tugas untuk itu.

“Peran pemerintah itu salah satunya dengan membuat kerangka aturan. Seperti halnya membuat sistem untuk pelaksanaan Pemilu ini,”terangnya.

Sementara itu Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Cianjur, Irhan Ari Muhammad mengatakan, praktik politik uang tidak akan hilang dalam demokrasi Indonesia selama aturan dan perundangan-undangan yang mengatur itu tidak dirubah menjadi jauh lebih baik lagi. Artinya tidak ada celah bagi siapapun untuk bisa melakukan itu.

“Kedepan aturan yang mengatur soal itu (politik uang-red) perlu diperbaharui lagi. Lebih tegas sanksinya dan tidak ada celah. Pada prinsipnya politik uang “diharamkan” oleh peraturan yang ada. Tapi pada kenyataanya, penindakan terhadap politik uang tetap sulit untuk dilakukan. “ujar Irhan kepada BC.

Menurutnya welama masih ada kemiskinan dan tingkat pendidikan rendah, politik uang memang akan terus terjadi dan dinikmati sesaat oleh kalangan masyarakat karena alasan terdesak kebutuhan perut.

“Jelas, kalau masyarakat miskin tidak akan menolak saat mereka diiming-imingi sesuatu  oleh para calon. Soalnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja mereka kesulitan,” tandasnya. (nuk)  

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…