Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 23:45

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Minim Jumlah Penyuluh, Petani Ikan Cianjur Kebingungan

Oleh: Misbah Hidayat - Sabtu 22 Agustus 2015 | 09:00 WIB

Minim Jumlah Penyuluh, Petani Ikan Cianjur Kebingungan

net

BERITACIANJUR.COM - Pensiunnya sejumlah petugas penyuluh lapangan (PPL) Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakanlut) Kabupaten Cianjur menyebabkan para petani ikan di wilayah itu kebingungan. Pasalnya, petani ikan jadi minim informasi dan penyuluhan.

 

Informasi yang dihimpun "BC", sejumlah petani ikan di wilayah Kabupaten Cianjur mengaku resah dengan kondisi cuaca musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini, yang menyebabkan ikan budidaya petani mati. Karenanya, mereka membutuhkan pendampingan dari PPL dalam mengatasi persoalan yang dihadapi.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perikanan Disnakalut Kabupaten Cianjur, Tata A, mengakui dengan pensiunnya sejumlah PPL perikanan menyebabkan pelayanan dalam memberikan informasi kepada petani ikan menjadi terhambat.

 

Tata menyebutkan, saat ini satu orang PPL perikanan masih memegang lebih dari satu wilayah kecamatan. Padahal, lanjut dia, idealnya satu petugas menangani satu wilayah kecamatan.

 

"Idealnya satu petugas satu kecamatan, namun saat ini masih ada yang pegang hingga tiga wilayah binaan. Kondisi ini jelas berdampak pada proses penyuluhan dan penyampaian informasi untuk para petani ikan," ujar Tata, kepada "BC", Jumat (21/8).

 

Guna mengatasi kekurangan jumlah petugas tersebut, pihaknya sedang melakukan rekrutmen PPL perikanan. "Kita sedang buka penerimaan sebanyak 20 orang PPL. Dan untuk PPL yang sudah pensiun berjumlah tujuh orang," terangnya.

 

Diungkapkan dia, untuk mengurangi resiko kerugian yang lebih besar akibat matinya sejumlah ikan milik petani. Tata mengimbau, agar para petani ikan mengurangi jumlah ikan yang ditanam dan memasang kincir atau blower disetiap kolam untuk mengurangi resiko ikan mati.

 

“Sebetulnya ada program untuk itu, tapi untuk program bantuan tahun 2016 yang akan datang. Asalkan mereka benar-benar peternak ikan kami akan fasilitasi," imbuhnya. ***

Komentar