Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Cabup Keluarga Petahana Tak Masalah, Tapi Jaga Sikap Netral

Nuk

Kamis, 23 Juli 2015 - 12:00 WIB

A A A

BC.COM-CIANJUR. Bagi sejumlah bakal calon (balon) dan politisi, lahirnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melegalkan keluarga petahana maju sebagai calon kepala daerah/wakil kepala daerah (calkada/wakada) pada pilkada serentak yang akan dihelat 9 Desember 2015 mendatang, dianggap hal biasa.

Baik balon maupun politisi, mengaku tak pernah merasa terganggu kepentingannya oleh kemunculan keluarga petahana dalam bursa calon nanti. Alasannya, selain keputusan MK sudah inkrah dan bersifat mengikat yang wajib dihormati semua pihak, bagi keluarga petahana maju mejadi calkada/wakada merupakan hak individu sebagai warga negara yang sama-sama harus dihormati.

Hanya saja, khusus bagi balon, mereka mengaku tetap harus jauh lebih waspada guna mengantisipasi  kemungkinan munculnya keberpihakan penguasa (incumben) terhadap pasangan calon tertentu. Untuk memenangkan pasangan calon dimaksud, bukan tidak mungkin seorang incumben mengerahkan segala cara guna menggiring segenap aparatur pemerintahan, termasuk menggunakan anggaran pemerintah daerah.

“Putusan MK itukan mendadak, kita akui tidak ada perhitungan dengan adanya perubahan ini seiring putusan MK yang memang sudah berkekuatan hukum pasti. Berkaitan dengan itu, tentunya kita lebih waspada lagi, sebabbanyak pihak khawatir dengan munculnya dinasti tersebut incumben akan mendukung salah satu calon. Seharusnya tidak boleh mendukung sepeti itu,”ujar salah seorang balon bupati yang digadang-gadang akan diberangkatkan PDI Perjuangan dan sejumlaj partai koleganya, Surantosaat ditemui seusai menghadiri rapat paripurna Hari jadi Cianjur (HJC) di gedung DPRD belum lama ini.

Apalagi, jika dukungan incumben ini terindikasi menggunakan anggaran pemerintah daerah atau menggerakan struktur perangkat pemerintah daerah, itu jelas tidak boleh terjadi.“Tapi intinya, apapun perubahan konstalasi politik  yang terjadi saat ini, saya siap menghadapinya,”tegas Suranto.

Untuk mengantisipasinya, lanjut Suranto, pihaknya selalu berharap kepada penyelenggara agar bisa benar-benar netral dan adil dalam menjalankan tugasnya. Termasuk di dalamnya fungsi pengawasan yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), harus dapat dijalankan secara profesional.

“Kalau pelanggaran selalu ada, namun tanpa tindakan. Atauada tindakan, tapi terlambat yang  tentunya ini akan menimbulkan ketidakpuasan para peserta nantinya. Saya berharap kepada Panwaslu untuk lebih baik lagi dalam manjalankan kinerjanya,”katanya.

Ia juga berharap agar masyarakatbisa memposisikan diri sebagai pemilih yang realistis. Dalam hal ini, masyarakat betul-betul dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik dan mau  turut serta melakukan proses pengawasaan atas jalannya pilkada.

Diakui Suranto, munculnya  putra incumben sebagai dalam bursa calon  menjadi pemicu bagi dirinya untuk lebih meningkatkan kinerja tim, khususnya dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar yakin betul dirinya merupakan  pilihan terbaik.

“Kita juga akan lebih menyolidkan tim yang ada saat ini untuk melakukan proses pemantauan atau pengawasan terhadap jalannya proses pemilu (pilkada, red). Tentunya ini juga bersama sama dengan masyarakat bagaimana tim ini bisa turut mengawasi ada tidaknya indikasi penyalahgunaan kewenangan,”terangnya.

Ungkapan senada disampaikan anggota Fraksi PKS DPRD Jabar, Sadar Muslihat. Menurut Sadar, keputusan MK memang sangat diluar dugaan, karena mencederai kehendak UU dalam mencegah dampak negatif politik dinasti yang sudah tampak jelas dalam proses pemilihan maupun pasca pemilihan. “Namun karena sudah diputuskan, kita tetap harus hargai,” tandas Sadar.

Dalam konteks Cianjur, lanjutnya, lahirnya keputusan MK tentu akan memicu timbulnya konstalasi baru. Mulai dari perubahan komposisi pasangan calon maupun peta kekuatan politik akan terjadi.

“Tinggal nanti masyarakat pemilih yang menentukan, jika dianggap baik tentu mereka akan memilih calon yang diajukan petahana. Sebaliknya, jika dinilai carut marut, masyarakat tentu tak mau itu berlanjut. Masalahnya, ini menyangkut urusan pemerintahan bukan perusahaan,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPD Golkar Cianjur, Ade Barkah Surachman mengungkapkan, untuk sementara waktu partainya  akan memutuskan bersikap pasif terlebih dahulu sambil mengamati konstalasi politik yang berkembang hingga menjelang detik-detik akhir. Hal itu ia nilai penting dilakukan mengingat perubahan yang terjadi saat ini sangat sulit diprediksi dan disimpulkan.

“Untuk saat ini sepertinya kita akan melihat dululah, apa dan bagaimana ataupun siapa dan bagimananya. Soalnya, kita ingin yang terbaik untuk Cianjur,” tegas Ade kepada “BC” saat ditemui seusai menghadiri rapat paripurna HJC di gedung DPRD Cianjur  belumlama ini.

Namun, lanjut Ade, itu tidak berarti partainya hanya ingin menjadi penonton dalam ajang pilkada tahun ini. Alasannya, dalam dunia politik tidak berbuat apa-apa atau diam saja, itu suddah bisa dikatakan aktif. Katanya, sama seperti orang yang lebih memilih golput.

“Apa golput itu bukan sebagai sikap partisipasipolitik? Golput itu sama saja berpartisipasi politik. Intinya kita bukan ingin menjadi partai penonton, tentunya kita pasti akan mendukung salah satu calon. Artinya, kalaupun calonnya nanti bukan saya, Golkar pasti akan memberikan dukungan kepada salah satu calon,”terangnya.

Menyinggung potensi kader Golkar, Ade menjelaskan, untuk memajukan kader sebagai calon mungkin saja dilakukan. Hanya sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan titik temu. Masalahnya, yang harus dipahami terlebih dahulu, untuk orang parpol maju di ajang pilkada bukan hanya untuk dirinya, tapi juga parpolnya.

“Misalkan Ade Barkah maju, itu bukan untuk dirinya, tapi juga untuk parpolnya. Ketika menjadi bupati pasti parpolnya menuntut untuk masyarakat Cianjur dan partainya. Beda dengan calon yang tidak punya partai, isitilahnya kan itu maju untuk dirinya,”katanya.

Ade mengungkapkan, belum lama ini Golkar Cianjur sudah melaksanakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Golkar. Hasilnya,peserta rapat semua menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada dirinya selaku Ketua DPD Golkar, termasuk untuk melakukan lobi-lobi politik dengan parpol lain.

“Kalau melihat jumlah kursi golkar saat ini, tentunya Golkar tidak bisa mengusung sendiri calon untuk maju dalam ajang pilbup kali ini. Meskipun dalam rekomendasi DPP disana sudah disebutkan kalau yang maju ya nama saya, baik itu sebagai F1 ataupun F2,”akunya.(nuk)   

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…