Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 07:17

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Jelang MEA Sektor Kontruksi Harus Dibenahi

Oleh: Nuki Nugraha - Sabtu 22 Agustus 2015 | 12:00 WIB

Jelang MEA Sektor Kontruksi Harus Dibenahi

net

BERITACIANJUR.COM – Peningkatan investasi pemerintah dan swasta pada beberapa dekade mendatang diperkirakan akan bisa mendongkrak Indonesia menjadi salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia. Hal ini menuntut persiapan bagi badan usaha, tenaga kerja, dan teknologi konstruksi.

 

Di Asean, Indonesia tercatat sebagai pasar jasa konstruksi terbesar dengan nilai US$267 miliar. Untuk cakupan wilayah Asia, Indonesia termasuk dalam peringkat keempat di bawah China (US$1,78 triliun), Jepang (US$742 miliar), India (US$427 miliar).

 

Salah satu tantangan terbesar Indonesia dalam waktu dekat adalah mengintegrasikan Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan  barang dan jasa, termasuk di antaranya MEA 2015.

 

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yusid Toyib mengatakan pemerintah akan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi.

 

Yusid mengatakan pasar kompetitif baru yang akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi jasa konstruksi nasional.

 

Dari sisi badan usaha jasa konstruksi (BUJK)  dan tenaga kerja, pemerintah akan memperkuat para penyedia jasa konstruksi nasional sehingga mereka dapat bersaing dengan negara lain.

 

Daya saing tersebut mencakup baik dari sisi manajerial maupun kapabilitas dengan mendorong badan usaha untuk menjadi spesialis. Selain itu pemerintah pun terus mendorong sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia.

 

“Dari sisi teknologi konstruksi, Indonesia saat ini harus mengadopsi dan mempelajari teknik teknologi baru di semua jenis konstruksi bangunan termasuk penggunaan material dan peralatan,” katanya dalam keterangan resmi,  yang diterima Jumat (21/8/2015). (net)

Komentar