Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:43

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Selagi Ada, Aku Baktikan Hidup Pada Orangtua Ku

Oleh: Putra Lugina Sukma - Minggu 24 Januari 2016 | 18:18 WIB

Selagi Ada, Aku Baktikan Hidup Pada Orangtua Ku

net/illustrasi

BERITACIANJUR.COM - Seorang pemuda membawa ibunya yang telah tua dan agak pikun ke sebuah restoran terbaik di kotanya. Ketika makan, tangan sang ibu gemetar sehingga banyak makanan tumpah dan tercecer mengotori meja, lantai, dan bajunya sendiri. Beberapa pengunjung restoran, melirik situasi tersebut.

 

Namun pemuda itu terlihat begitu tenang. Ia membantu dengan sabar dan menanti sang ibu selesai makan. Setelah selesai, ia membawa sang ibu ke kamar mandi untuk dibersihkan tubuh dan pakaiannya dari kotoran.

 

Setelah itu, ia mendudukkan ibunya kembali di kursi dan dengan tenang ia pun membersihkan makanan yang tercecer di sekitar meja tempat ibunya makan. Kemudian, ia membayar tagihan makan malam pada kasir restoran itu sambil menghampiri ibunya dan menuntunnya keluar.

 

Pemilik restoran yang sedari tadi mencermati perilaku pelanggannya ini, bergegas keluar dan segera menyusul si pemuda yang sedang menuntun ibunya itu. Setelah berhasil menyusul, ia berkata, “Terima kasih, Anda telah meninggalkan sesuatu yang berharga di restoranku.”

 

Pemuda itu balik bertanya, “Memangnya barang berharga apa yang aku tinggalkan…?”

 

Sambil menepuk pundak si pemuda, pemilik restoran berkata, “Engkau telah meninggalkan pembelajaran yang mahal pada kami semua, tentang luhurnya nilai berbakti kepada orangtua.”

 

pemuda itu tersenyum dan berkata ''Selagi ada, aku baktikan hidupku untuk orangtuaku meski apa yang aku lakukan kali ini tak bertaruh nyawa seperti yang ia lakukan dulu padaku,'' [net/pls]

Komentar