Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:40

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sport

Stadion GBK Akan Segera 'Dipermak'

Oleh: Yadi Haryadi - Sabtu 22 Agustus 2015 | 11:00 WIB

Stadion GBK Akan Segera 'Dipermak'

net

BERITACIANJUR.COM – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai menganggarkan dana untuk renovasi Gelora Bung Karno, Jakarta yang nantinya akan digunakan untuk Asian Games 2018.

 

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto, mengatakan, sesuai dengan rencana anggaran untuk renovasi komplek olahraga terbesar di Indonesia akan dimasukkan pada APBN 2016.

 

"Tahun ini memang sudah dianggarkan, tapi hanya Rp20 miliar. Dana tersebut untuk perencanaan semua venue yang akan digunakan," kata Gatot, Jumat (21/8).

 

Gatot menuturkan, dana yang dianggarkan pada APBN 2016 berpeluang besar akan bertambah karena proses renovasi dipastikan akan membutuhkan biaya besar. Hanya saja untuk tahap awal baru diajukan Rp200 miliar.

 

"Pada rapat berikutnya bisa saja akan bertambah menjadi Rp300 miliar. Tergantung persetujuan," kata pria yang juga menjadi juru bicara Kemenpora itu.

 

Gatot menjelaskan, mulai diajukannya dana untuk renovasi GBK itu karena Keppres pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Keppres tersebut, lanjut dia, merupakan landasan hukum untuk melakukan persiapan termasuk penganggaran dana.

 

Meski demikian, ujar Gatot, proses revonasi GBK masih terkendala karena Kemenpora tidak punya wewenang atas komplek olahraga terbesar di Indonesia. Apalagi Kemenpora telah mendapatkan peringatan dari BPKP untuk tidak melakukan pembangunan.

 

Begitu juga dengan Sekretariat Negara yang selama ini mengendalikan GBK juga dinilai oleh BPKP tidak punya wewenang untuk melakukan renovasi. "Makanya akan ada satu lagi pertemuan yang akan melibatkan Menteri PMK. Sesuai dengan rencana pertemuan akan dilakukan awal September," ujarnya.

 

Selain membahas anggaran untuk renovasi GBK, pertemuan yang juga melibatkan pihak DKI Jakarta itu juga membahas rencana pembangunan tujuh tower di Kemayoran yang nantinya akan menjadi pusat bermukimnya atlet selama Asian Games 2018. (net)

Komentar