Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:48

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Orangtua Bisa Jadi Faktor Utama Bullying

Oleh: Putra Lugina Sukma - Senin 25 Januari 2016 | 11:27 WIB

Orangtua Bisa Jadi Faktor Utama Bullying

net/illlustrasi

BERITACIANJUR.COM - Penting bagi orangtua untuk mengetahui seluk-beluk tindakan bullying atau penindasan yang kian marak terjadi di lingkungan sekolah. Sebab, bullying memiliki banyak bentuk, mulai dari yang mudah dideteksi sampai yang sulit dideteksi. 


 
Tipe bullying yang paling mudah untuk dideteksi adalah penindasan fisik karena meninggalkan bekas, seperti lebam atau luka. Namun, bukan berarti bentuk bullying lainnya tak kalah buruk imbasnya.


 
Psikolog Liza Marielly Djaprie mengungkap bahwa semua bentuk bullying memiliki dampak yang sangat buruk, bahkan dapat memicu seseorang untuk bunuh diri. 


 
Menurutnya, tindakan yang dapat digolongkan sebagai bentuk bullying.  "Bullying bersifat repititif atau berulang, kemudian tindakannya disengaja, ada intensi, dan diatur. Bullying juga dilakukan oleh pihak yang lebih kuat kepada pihak yang lebih lemah atau tak seimbang," ujar Liza. 


 
Liza juga mengatakan bahwa bentuk bullying saat ini ada enam jenis, terdiri dari bullying secara fisik, seksual, prejudicial yang biasanya mengarah pada ras, verbal bullying, serta cyber bullying atau lewat dunia maya. 
 


Psikolog dengan empat orang anak ini mengatakan bahwa cyber dan verbal bullying saat ini menjadi jenis bullying yang paling sering terjadi. (net)
 

Komentar