Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Resapan Air Berkurang Picu Kekeringan

Misbah Hidayat

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 10:00 WIB

misbah hidayat/'BC'
misbah hidayat/'BC'
A A A

BERITACIANJUR.COM – Kekeringan akibat kemarau panjang, mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi milik warga di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber mengalami gagal panen.

Kemarau panjang berakibat buruk pada sejumlah lahan pertanian. Berkurangnya pasokan air berakibat petani harus mengalami gagal panen yang berimbas terjadinya kerugian cukup besar bagi para petani. Seperti yang di alami oleh beberapa petani yang ada di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Lahan persawahan milik petani yang gagal panen ini kebanyakan disebabkan oleh minimnya pasokan air yang mengalir diareal pesawahan tersebut.

  

Dikatakan Maman (55), Salah seorang petani Desa Cibokor, lahan pesawahan yang ia garap untuk musim kali ini tidak akan bisa dipanen, setelah tanaman padi miliknya yang berusia 60 hari ini mulai mengering bahkan sebagian sudah mati. Kondisi ini disebabkan karena tidak tersedianya pasokan air yang mengairi lahan sawahnya.

"Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi kemarau saat ini, meski sudah berusaha memberikan sistem pengairan yang baik, namun tetap saja sungai kecil yang melintas di areal peswahan milik saya ini sudah mengering," ucapnya.

Kekeringan yang saat ini terjadi wilayah Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, tidak hanya disebabkan terjadinya kemarau. Kekeringan yang saat ini terjadi lebih disebabkan berkurangnya daerah resapan air yang lahannya mulai beralih fungsi.

Alih fungsi lahan pertanian baik itu kawasan hutan maupun pertanian dapat memicu terjadinya kekeringan, karena serapan air dari tumbuhan maupun pohon tersebut semakin berkurang. memicu terjadinya bencana alam yang berdampak pada kerugian masyarakat.

Selain itu, aksi penebangan pohon yang saat ini marak terjadi, menjadi pemicu terjadinya krisis air dimana penebangan pohon ini tidak disertai dengan melakukan penanaman kembali lahan tersebut.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Cibokor, selain mengakibatkan terjadinya gagal panen pada sejumlah lahan pertanian, kekeringan ini juga memicu terjadinya krisis air bersih, setelah sumur milik warga saat ini mulai mengering, yang mengakibatkan terjadinya keresahan.

Kepala Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Mamun Munjali, mengatakan, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap alam membuat musim kemarau bertambah parah, sehingga banyak masyarakat yang dibuat rugi dengan datangnya musim kemarau, karena daerah resapan air saat ini mulai berkurang.

“Kemarau tahun lalu tidak separah saat ini, sedangkan kini musim kemarau cenderung ekstrim hingga berdampak pada terjadinya gagal panen,” kata Mamun.

Maman juga mengatakan, kondisi tersebut diakibatkan karena semakin berkurangnya kepedulian masyarakat terhadap alam. Sehingga dari waktu ke waktu jumlah pepohonan berkurang sehingga berakibat pada berkurangnya resapan air.

“Kalau dulu kan ada istilah kakek menanam pohon kelapa mungkin tidak akan bisa dipanen oleh mereka, tapi mereka menyediakan untuk anak cucunya,” ujarnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?

Aktualita 19/04/2018 07:55 WIB

Balas Budi? Ini Dugaan Kongkalikong Antara Bupati dan Ketua DPRD

DUGAAN kongkalikong antara Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dengan Ketua DPRD, Yadi Mulyadi menyeruak. Pasalnya, meski sejak awal sudah diketahui belum mengantongi izin, namun Megaproyek Campaka baru…

Aktualita 19/04/2018 07:50 WIB

Golkar Pecat Dua Anggotanya, Demokrat?

HAWA politik Cianjur kian memanas. Birunya langit tak lagi menjadi pertanda akan cerahnya panggung politik Cianjur, tapi sebaliknya justru membawa pertanda datangnya “hujan badai” yang akan menyapu…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polwan Polres Cianjur Berikan Bantuan Bagi Adah

MEMPERINGATI Hari Kartini 2018 jajaran Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur menggelar sejumlah kegiatan sosial, di antaranya dengan menyambangi kediaman Adah, warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa…

Cianjur Euy 18/04/2018 21:55 WIB

Polres Cianjur Ciduk Tujuh Pelaku Kejahatan

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menciduk tujuh orang pelaku kejahatan yang biasa menjalankan aksinya di wilayah hukum Cianjur. Penangkapan ketujuh pelaku itu dilakukan dalam waktu dan tempat berbeda.

Aktualita 18/04/2018 08:10 WIB

Desak Pemkab Tanggung Jawab, Garis Sebar Spanduk Banjir

BANJIR belum pernah terjadi sebelumnya di Cianjur. Masihkah kita bangga dengan dosa-dosa? Itulah tulisan dalam spanduk yang dipasang Gerakan Reformis Islam (Garis) di sejumlah lokasi banjir di kawasan…