Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Resapan Air Berkurang Picu Kekeringan

Misbah Hidayat

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 10:00 WIB

misbah hidayat/'BC'
misbah hidayat/'BC'
A A A

BERITACIANJUR.COM – Kekeringan akibat kemarau panjang, mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi milik warga di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber mengalami gagal panen.

Kemarau panjang berakibat buruk pada sejumlah lahan pertanian. Berkurangnya pasokan air berakibat petani harus mengalami gagal panen yang berimbas terjadinya kerugian cukup besar bagi para petani. Seperti yang di alami oleh beberapa petani yang ada di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Lahan persawahan milik petani yang gagal panen ini kebanyakan disebabkan oleh minimnya pasokan air yang mengalir diareal pesawahan tersebut.

  

Dikatakan Maman (55), Salah seorang petani Desa Cibokor, lahan pesawahan yang ia garap untuk musim kali ini tidak akan bisa dipanen, setelah tanaman padi miliknya yang berusia 60 hari ini mulai mengering bahkan sebagian sudah mati. Kondisi ini disebabkan karena tidak tersedianya pasokan air yang mengairi lahan sawahnya.

"Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi kemarau saat ini, meski sudah berusaha memberikan sistem pengairan yang baik, namun tetap saja sungai kecil yang melintas di areal peswahan milik saya ini sudah mengering," ucapnya.

Kekeringan yang saat ini terjadi wilayah Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, tidak hanya disebabkan terjadinya kemarau. Kekeringan yang saat ini terjadi lebih disebabkan berkurangnya daerah resapan air yang lahannya mulai beralih fungsi.

Alih fungsi lahan pertanian baik itu kawasan hutan maupun pertanian dapat memicu terjadinya kekeringan, karena serapan air dari tumbuhan maupun pohon tersebut semakin berkurang. memicu terjadinya bencana alam yang berdampak pada kerugian masyarakat.

Selain itu, aksi penebangan pohon yang saat ini marak terjadi, menjadi pemicu terjadinya krisis air dimana penebangan pohon ini tidak disertai dengan melakukan penanaman kembali lahan tersebut.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Cibokor, selain mengakibatkan terjadinya gagal panen pada sejumlah lahan pertanian, kekeringan ini juga memicu terjadinya krisis air bersih, setelah sumur milik warga saat ini mulai mengering, yang mengakibatkan terjadinya keresahan.

Kepala Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Mamun Munjali, mengatakan, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap alam membuat musim kemarau bertambah parah, sehingga banyak masyarakat yang dibuat rugi dengan datangnya musim kemarau, karena daerah resapan air saat ini mulai berkurang.

“Kemarau tahun lalu tidak separah saat ini, sedangkan kini musim kemarau cenderung ekstrim hingga berdampak pada terjadinya gagal panen,” kata Mamun.

Maman juga mengatakan, kondisi tersebut diakibatkan karena semakin berkurangnya kepedulian masyarakat terhadap alam. Sehingga dari waktu ke waktu jumlah pepohonan berkurang sehingga berakibat pada berkurangnya resapan air.

“Kalau dulu kan ada istilah kakek menanam pohon kelapa mungkin tidak akan bisa dipanen oleh mereka, tapi mereka menyediakan untuk anak cucunya,” ujarnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 9 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Bisnis Line 18/01/2018 22:51 WIB

Cugenang Jadi Pencanangan Gerakan Pemasangan Patok Tanah PTSL

MINGGU ketiga di bulan Januari 2018 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mulai menggarap program nasional sertifikasi tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…