Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:22

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Resapan Air Berkurang Picu Kekeringan

Oleh: Misbah Hidayat - Sabtu 22 Agustus 2015 | 10:00 WIB

Resapan Air Berkurang Picu Kekeringan

misbah hidayat/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Kekeringan akibat kemarau panjang, mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi milik warga di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber mengalami gagal panen.

 

Kemarau panjang berakibat buruk pada sejumlah lahan pertanian. Berkurangnya pasokan air berakibat petani harus mengalami gagal panen yang berimbas terjadinya kerugian cukup besar bagi para petani. Seperti yang di alami oleh beberapa petani yang ada di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Lahan persawahan milik petani yang gagal panen ini kebanyakan disebabkan oleh minimnya pasokan air yang mengalir diareal pesawahan tersebut.

  

Dikatakan Maman (55), Salah seorang petani Desa Cibokor, lahan pesawahan yang ia garap untuk musim kali ini tidak akan bisa dipanen, setelah tanaman padi miliknya yang berusia 60 hari ini mulai mengering bahkan sebagian sudah mati. Kondisi ini disebabkan karena tidak tersedianya pasokan air yang mengairi lahan sawahnya.

 

"Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi kemarau saat ini, meski sudah berusaha memberikan sistem pengairan yang baik, namun tetap saja sungai kecil yang melintas di areal peswahan milik saya ini sudah mengering," ucapnya.

 

Kekeringan yang saat ini terjadi wilayah Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, tidak hanya disebabkan terjadinya kemarau. Kekeringan yang saat ini terjadi lebih disebabkan berkurangnya daerah resapan air yang lahannya mulai beralih fungsi.

 

Alih fungsi lahan pertanian baik itu kawasan hutan maupun pertanian dapat memicu terjadinya kekeringan, karena serapan air dari tumbuhan maupun pohon tersebut semakin berkurang. memicu terjadinya bencana alam yang berdampak pada kerugian masyarakat.

 

Selain itu, aksi penebangan pohon yang saat ini marak terjadi, menjadi pemicu terjadinya krisis air dimana penebangan pohon ini tidak disertai dengan melakukan penanaman kembali lahan tersebut.

 

Seperti halnya yang terjadi di Desa Cibokor, selain mengakibatkan terjadinya gagal panen pada sejumlah lahan pertanian, kekeringan ini juga memicu terjadinya krisis air bersih, setelah sumur milik warga saat ini mulai mengering, yang mengakibatkan terjadinya keresahan.

 

Kepala Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Mamun Munjali, mengatakan, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap alam membuat musim kemarau bertambah parah, sehingga banyak masyarakat yang dibuat rugi dengan datangnya musim kemarau, karena daerah resapan air saat ini mulai berkurang.

 

“Kemarau tahun lalu tidak separah saat ini, sedangkan kini musim kemarau cenderung ekstrim hingga berdampak pada terjadinya gagal panen,” kata Mamun.

 

Maman juga mengatakan, kondisi tersebut diakibatkan karena semakin berkurangnya kepedulian masyarakat terhadap alam. Sehingga dari waktu ke waktu jumlah pepohonan berkurang sehingga berakibat pada berkurangnya resapan air.

 

“Kalau dulu kan ada istilah kakek menanam pohon kelapa mungkin tidak akan bisa dipanen oleh mereka, tapi mereka menyediakan untuk anak cucunya,” ujarnya. ***

Komentar