Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:57

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Warga Mareleng Bersihkan Saluran Irigasi Sekunder

Oleh: Apip Samlawi - Sabtu 22 Agustus 2015 | 10:00 WIB

 Warga Mareleng Bersihkan Saluran Irigasi Sekunder

apip samlawi/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Mencegah terjadinya penyumbatan pada saluran air serta untuk memperlancar aliran air, Pemerintah Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, beserta warga dengan dibantu pihak dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP), dan aparat TNI, Jum'at (21/8) membersihkan aliran irigasi sekunder sepanjang 300 meter.

 

Faktor yang menyebabkan menurunnya kinerja jaringan irigasi. Salah satu faktor yang sering menyebabkan kondisi tersebut adalah karena terhalangnya saluran oleh rumput maupun tanaman liar, sampah pertanian, limbah rumah tangga, dan sedimentasi, yang menyebabkan kegiatan pemeliharaan harus lebih sering dilakukan agar pelayanan air tetap dapat berlangsung sesuai kebutuhan petani.

 

Idealnya dengan peningkatan permasalahan yang ada harus didukung pula oleh peningkatan anggaran yang memadai, sumberdaya manusia yang handal serta manajemen operasional kelembagaan penyelenggara irigasi yang baik.

 

Untuk mewujudkan kinerja jaringan irigasi yang baik, Pemerintahan Desa Cipeuyeum, bekerjasama dengan warga serta pihak PSDAP dan aparat TNI, melakukan pembersihan saluran irigasi dari beberapa faktor penghambat yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan aliran air irigasi, terutama saat musim kemarau ini yang sangat membutuhkan pasokan air.

 

Kepala Desa Cipeuyeum, Gun gun, menjelaskan, gotong royong membersikan saluran air irigasi sekunder tersebut, selain membuang sampah pertanian maupun limbah rumahtangga yang berceceran, sekaligus melakukan pengerukan lumpur yang sudah dangkal dan sekaligus membersihkan sampah yang menumpuk di muka lubang gorong-gorong. Karena kalau sampah itu tidak segera dibuang, maka disaat  datang air besar, saluran irigasi tersebut akan meluap, hingga terjadi banjir ke pemukiman warga, biasanya hal itu terjadi di saat musim penghujan.

 

"Kegiatan ini dilakukan, selain membuat saluran irigasi nampak bersih dari tumpukan sampah, juga diharapkan saat musim kemarau ini aliran air dapat mengalir lancar, serta saat datangnya musim hujan nanti tidak lagi terjadi banjir yang merugikan warga kampung mareleng dan sekitarnya," ucapnya.

 

Sementara itu Babinsa Desa Cipeuyeum, Serda Zenal Peri, menambahkan, kerja bareng membersihkn saluran tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah serta kesepakatan bersama antara pemerintahan Desa Cipeuyeum, PT Ema, PSDA, Babinmas dan masyarakat setempat.

 

Gerakan Irigasi Bersih dapat dinyatakan sebagai gerakan khas partisipatif pada pengelolaan irigasi, karena berupaya untuk merevitalisasi peran warga maupun petani pemakai air untuk lebih peduli pada irigasi dengan mengedepankan aspek budaya untuk melengkapi hampiran teknis operasional dalam pengelolaan irigasi. *** 

Komentar