Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:55

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

cianjur selatan

Langka, di Campaka Elpiji 3 Kg Tembus Rp 23 Ribu

Oleh: Zenal Mustari - Sabtu 22 Agustus 2015 | 10:00 WIB

Langka, di Campaka Elpiji 3 Kg Tembus Rp 23 Ribu

net

BERITACIANJUR.COM – Ditengarai akibat terbatasnya pasokan sehingga membuat keberadaan Elpiji 3 kilogram di daerah Campaka, langka dan menembus harga hingga Rp 23 ribu pertabungnya.

 

Menurut Dian (30), warga Kampung Lembur Sawah RT 2 RW 1, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka. Kurang lebih selama 1 bulan terakhir, pasokan Elpiji 3 kilogram tersebut langka sehingga untuk mendapatkannya harus pergi ke warung-warung besar atau agen dengan jarak tempuh lumayan jauh.

 

"Kami terpaksa harus membeli Elpiji kemasan tiga kilogram tersebut di tempat lain karena di sini sekarang lagi sulit mendapatkannya," kata Dian kepada "BC" Jumat (21/8).

 

Dia pun berharap, selain itu agar Pemerintah Daerah (Pemda) dapat menertibkan kenaikan harga Elpiji kemasan 3 kilogram yang saat ini mencapai Rp 23 ribu pertabung. "Kami merasa keberatan dengan harga sebesar itu," katanya.

 

Mestinya kata Dian, para pengecer menjual Elpiji tersebut cukup dengan harga Rp 20 ribu pertabung. Sebab harga ditingkat agen atau penyalur resmi dijual dengan harga sebesar Rp 17.500 pertabung.

 

"Kami berharap Pemda bisa melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga," katanya.

 

Senada, Edang (41), warga Kampung Simpangsari RT 1 RW 1 Desa Cidadap, Kecamatan Campaka. Dirinya mengaku bingung dengan tingginya harga Elpiji saat ini. "Kami serasa dibuat bingung dengan kenaikan harga Elpiji sekarang, dengan terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga saat ini. Akibatnya terpaksa kembali harus menggunakan kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak," ungkapnya. ***

Komentar