Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:17

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Kang Herman: Jaga & Majukan Seni Budaya Cianjur!

Oleh: BERITACIANJUR.COM - Sabtu 22 Agustus 2015 | 13:57 WIB

Kang Herman: Jaga & Majukan Seni Budaya Cianjur!

Seni non pertunjukan bila tanpa perhatian akan mati dengan sendirinya...

CATATAN PINGGIR KANG HERMAN SUHERMAN...

 

Sejatinya peningkatan seni dan budaya Cianjur akan berdampak kepada kemajuan Cianjur. Berdasarkan catatan saya, seni dan budaya cukup banyak, bahkan jumlahnya mencapai ratusan jika digabungkan dengan seni non pertunjukan.

 

Namun ada hal mendesak yang perlu diupayakan untuk melestarikan dan memajukan seni budaya Cianjur, agar tak lenyap dalam riak budaya kehidupan masyarakat Cianjur. Seni non pertunjukan seperti seni griya dan seni rupa misalnya, adalah seni yang kini jarang bermunculan dan bisa dibilang hampir punah di Cianjur.

 

Pada intinya ada tiga indikator yang jadi penyebab hampir punahnya seni budaya itu sendiri; Pertama, regenerasi tidak berjalan dengan mulus. Kedua, frekuensi pegelarannya semakin jarang. Dan ketiga, yakni semakin ditinggalkan masyarakat . 

 

Padahal, sebagai penikmat dan pendukung hidupnya seni budaya, peran masyarakat sangat dominan. Faktor penyebab lain adalah, peralatan yang digunakan untuk pagelaran seni budaya sangat minim. Perlu jadi catatan bahwa andai masyarakat tidak peduli, maka seni dan budaya itu pun akan mati dengan sendirinya.

 

Oleh karena itu, upaya pencegahan mutlak harus dilakukan. Caranya dengan mewariskan kepada generasi muda. Tokoh budaya didorong agar melakukan kegiatan seni dengan melibatkan generasi muda, untuk melanjutkan keterampilan dan wawasan seni budaya itu sendiri.

 

Tokoh seni budaya yang lebih tua perlu diberikan peluang dan fasilitas proporsional untuk mendidik keluarga, atau orang terdekat agar dapat mewariskan 'kekayaan' Negeri Cianjur tersebut kepada generasi lebih muda.

 

Memang perlu diakui fasilitas dan anggaran merupakan hal penting untuk menghidupkan kembali seni budaya yang mati suri. Disamping itu tak kalah pentingnya, keterlibatkan para pakar seni budaya baik dari akademisi maupun praktisi seni, perlu didorong untuk terus merevitalisasi seni dan budaya yang dianggap mulai punah atau ditinggalkan masyarakat. 

 

Semakin sering seni dan budaya tersebut digelar, maka peluang warisan tak ternilai itu menggema kembali dan lestari akan semakin besar.

 

Atas keprihatinan terhadap kelestarian budaya negeri Cianjur tercinta ini, bila Allah berkenan kami sudah merancang dengan Irvan Rivano Muchtar untuk menyiapkan anggaran peningkatan budaya Cianjur. Mari kita jaga dan majukan seni budaya yang tak ternilai itu! (fl/c.com)

 

Komentar