Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Kang Anton

Kamis, 11 Februari 2016 - 11:46 WIB

A A A

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di era globalisasi saat ini, semua terasa bergerak lebih cepat dan seakan terus berputar, berantai dan berkesinambungan tanpa henti.

Pergerakan ini pun mampu memicu semua sektor yang terlibat di dalamnya untuk ikut bergerak cepat, termasuk di antaranya adalah dunia kerja. Keadaan ini menuntut perusahaan agar lebih menggerakkan faktor sumber daya yang dimilikinya dengan maksimal, agar kegiatan usahanya menjadi lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas kinerja perusahaan.

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor sumber daya yang dimiliki dan dipergunakan perusahaan untuk mengendalikan jalannya usaha. SDM senantiasa melekat pada setiap sumber daya organisasi, sebagai faktor penentu dan juga mempunyai peranan penting dalam memberikan konstribusi ke arah pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Mengikuti perkembangan dunia kerja, saat ini tenaga kerja dihadapkan dengan berbagai pilihan pekerjaan dengan situasi dan lingkungan kerja yang beragam.

Setiap situasi dan lingkungan kerja tersebut tentunya memiliki tantangan dan tingkat kesukaran masing-masing. Tenaga kerja saat ini tidak hanya dituntut pintar dalam menyelesaikan tugas tapi juga harus mampu bertahan dan tetap loyal pada organisasinya meskipun konsekuensinya mereka harus berhadapan dengan sebuah lingkungan kerja yang mudah memicu stress karena itulah dukungan dari organisasi sangat mereka butuhkan untuk menjaga kualitas kerja dan komitmen mereka terhadap organisasinya.

Teori Pertukaran Sosial (Blau dalam Dawley, 2008) sering dipakai dalam studi atas usaha organisasi untuk memahami pengembangan hubungan timbal balik secara lebih baik antara karyawan dengan organisasi. Pandangan ini memberi kesan bahwa ketika perusahaan memberikan karyawan perlakuan secara adil, dan menghargai konstribusi serta memperhatikan kesejahteraan mereka, karyawan mempersepsikan itu sebagai dukungan yang tinggi dan merasa wajib untuk membalasnya.

Eisenberger (dalam Rhoades & Eisenberger, 2002) mengasumsikan bahwa peningkatan hasil kerja karyawan berasal dari kecenderungan rasa sayang mereka kepada organisasi yang bergantung pada ideologi saling memberi di mana terjadi pertukaran antara kerja dengan penghargaan secara simbolik atau materi kemudian ideologi tersebut dikenal dengan norma hubungan timbal balik.

Berdasarkan pada norma hubungan timbal balik, persepsi dukungan organisasional akan menghasilkan rasa berkewajiban dari karyawan untuk menjaga kesejahteraan dan membantu pencapaian tujuan organisasi karena organisasi telah berbuat baik padanya dengan menilai konstribusi usaha, memberikan perlakuan yang adil dan memperhatikan kesejahteraan mereka (Rhoades & Eisenberger, 2002).

Karyawan menginterpretasikan dukungan dari organisasi di mana mereka bekerja sebagai perwujudan komitmen dari organisasi tersebut terhadap mereka dan akan mengembalikannya dengan meningkatkan komitmen mereka terhadap organisasi (Aube et al., 2007).

Begitu paparan jilid 2 soal ‘komitmen’. Harapan besar ketika kerjasama dan rasa memilliki bisa membuahkan hasil gemilang, ketika tujuan berhasil digapai. Tentu saja ini adalah harapan bersama bukan perseorangan yang terjebak pada ego dan besar kepala. Amin….

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 41 menit yang lalu

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 46 menit yang lalu

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.

Ragam 15/02/2018 01:59 WIB

Baladewa Entertaiment Fokus Kembangkan Budaya Sunda

Perkembangan seni dan budaya asing, kini sudah tidak terbendung lagi. Kesenian dan budaya khas daerah, semakin jarang diminati. Berangkat dari fakta yang ada, beberapa paguyuban kesenian daerah semakin…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…