Sabtu, 18 Nopember 2017 - Pukul 05:54

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?
Kang Anton

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ragam

Mendagri Larang Wanita Muslim Aceh Berhijab?

Oleh: Gia Gusniar - Jumat 26 Pebruari 2016 | 10:00 WIB

Mendagri Larang Wanita Muslim Aceh Berhijab?

net

BERITACIANJUR.COM - Pemberitaan yang menyebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, melarang penggunaan jilbab bagi wanita muslim di Provinsi Aceh, langsung dibantahnya.

 

Tjahjo menegaskan, informasi tersebut keliru dan sangat menyesatkan. Mengingat Aceh telah ditetapkan sebagai daerah berstatus khusus, yang dapat menerapkan peraturan daerah atau qanun sesuai dengan Syariah Islam dan selama tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan di atasnya.

 

“Saya cuma meminta agar daerah lain tidak membuat peraturan sama seperti Aceh. Misalnya, Surabaya bikin perda soal wajib berjilbab. Kalau Aceh tak mengapa, karena memang daerah syariat Islam,” ujar Tjahjo, Kamis (25/2).

 

Menurut Tjahjo, dirinya justru mendukung adanya aturan pengenaan jilbab bagi wanita muslim di Aceh. Bukan justru sebaliknya. Karena Aceh merupakan Serambi Mekah, di mana mayoritas masyarakatnya beragama muslim. Belum lagi provinsi itu merupakan otonomi khusus yang menerapkan syariat islam. 

 

“Saya hanya bicara supaya daerah lain tak meniru ketentuan seperti Aceh. Di daerah lain itu penggunaan jilbab itu suatu kesadaran. Aceh ini memang terapkan syariat Islam,” ujarnya.

 

Tjahjo memuji aturan pengenaan jilbab di Aceh, karena juga hanya berlaku bagi wanita pemeluk agama Islam. Sementara terhadap wanita yang beragama lain, hanya diminta untuk senantiasa berpakaian sopan dalam menjalankan aktivitas sehari-hati. Hal ini menunjukkan kalau toleransi antarumat beragama juga berjalan dengan baik di Aceh.

 

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini mengakui, Kemendagri memang tengah gencar mengarahkan agar pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, memangkas perda yang dianggap bermasalah. Namun hal tersebut lebih kepada peraturan yang bersifat menghambat investasi serta perizinan publik.

 

Misalnya, ada peraturan daerah yang menjadi penghambat sehingga pembangunan listrik di sebuah terkendala. Tjahjo meminta segera dihapus. Begitu juga dengan perizinan publik untuk membuat KTP, akte lahir, kartu keluarga, harus benar-benar dilaksanakan secara cepat. Karena hal tersebut merupakan pelayanan kepada masyarakat. 

 

“Jadi bukan soal perda Aceh yang mewajibkan penggunaan jilbab. Itu hanya plintiran saja,” ungkapnya. (net/gg)

 

Komentar