Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 14:31

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Perawat Bukan Hanya Sekedar Profesi, Tapi Ladang Ibadah Juga!

Oleh: Asri Fatimah - Sabtu 27 Pebruari 2016 | 10:43 WIB

Perawat Bukan Hanya Sekedar Profesi, Tapi Ladang Ibadah Juga!

BC/Dok (Tri Sapta Wardani)

BERITACIANJUR.COM - Banyak cara dalam menolong orang. Salah satunya adalah dengan merawat orang yang sakit, seperti yang dilakukan oleh Tri Saptia Wardani, yang berprofesi sebagai perawat.

 

Wanita yang dilahirkan 7 Oktober 1988 ini mengaku sangat menikmati pekerjaannya sebagai perawat. Pasalnya, dengan merawat orang sakit dirinya bisa benar-benar mengetahui jika sehat itu mahal harganya, karenanya harus dijaga dengan baik.

 

"Dengan menjadi perawat juga, minimal nanti saat keluarga sakit saya bisa merawatnya dengan baik. Terutama saat orang tua saya sakit, tentunya bisa menjadi kesempatan untuk bisa berbakti pada orang tua," katanya.

 

Dikatakannya, profesi perawat tidak cukup hanya dijalani dengan sekedar merawatnya saja, melainkan perlu kesabaran. Karenanya dalam menjalankan tugas meski diniatkan ibadah harus dijalankan dengan serius. Dengan demikian antara perawat dan juga pasien bisa terjalin hubungan persaudaraan.

 

"Kalau bukan karena diniatkan ibadah mungkin saja saya merasakan bosan. Apalagi honor yang saya terima pun hampir sama dengan honor seorang guru, namun atas dasar keikhlasan saya terus menekuni pekerjaan ini," katanya. 

 

Diantara banyak pengalaman, dirinya mengaku pernah memiliki pengalaman yang tidak bisa dilupakan, yakni dimana saat dirinya terpaksa harus membantu seseorang ibu melahirkan tanpa didampingi oleh dokter.

 

"Alhamdulillah waktu itu lahirannya selamat dan lancar. Awalnya saya tidak yakin, namun karena tidak bisa menunggu dokter, akhirnya terpaksa melahirkan tanpa ada dokternya, dan itu rasanya sangat tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," ungkapnya. (pls)

Komentar