Kamis, 17 Agustus 2017 - Pukul 16:56

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Setiap Kota/Kab Wajib Bangun Sekolah

Oleh: Susi Susilawati - Senin 24 Agustus 2015 | 08:00 WIB

Setiap Kota/Kab Wajib Bangun Sekolah

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Program pemerintah untuk menerapkan wajib belajar 12 tahun, salah satunya yang meminta pemerintah daerah membangun SMA/SMK di setiap kecamatan menuai beragam tanggapan.

 

Seperti diungkapkan Humas Kecamatan Cianjur Eli. Dirinya menilai, program tersebut sangat baik jika direalisasikan. Pasalnya, program pembangunan SMA/SMK di setiap kecamatan dapat menjadi solusi siswa yang memiliki persoalan akses. Tidak hanya itu, keberadaan program tersebut tentunya bisa menekan angka putus sekolah.

 

“Jika terwujud, program ini juga bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per kecamatan meningkat. Kami selaku pihak kecamatan sangat mendukung apabila program ini diwujudkan,” ungkapnya, kemarin.

 

Dikatakannya, program pembangunan SMA/SMK juga menjadi solusi pemerataan pendidikan di wilayah Cianjur selatan.  “Kalau untuk perealisasiannya, saya kira, wilayah Cianjur selatan justru tidak akan kesulitan dibanding dengan kecamatan yang ada di wilayah satu. Mengingat di sana masih tersedia banyak lahan yang bisa dimanfaatkan,” terangnya.

 

Pusbindik Kecamatan Cilaku, Dede juga mengeluarkan pernyataan positif terakit hal tersebut. Namun, pihaknya meminta pemerintah terlebih dahulu mengkaji, terutama terkait dengan pengadaan lahan dan wilayah atu daerah yang nantinya akan mendapatkan program tersebut.

 

"Itu kan program pemerintah pusat, biasanya nantinya untuk pembangunan itu dari pusat, nah itu harus diperhatikan atau dianalisis pencapaiannya seperti apa," ucapnya. Tidak hanya itu, pengkajian juga diperlukan lantaran pengelolaan SMA/SMK itu akan ditangani oleh provinsi.

 

“Perlu dipikirkan soal garis koordinasinya nanti. Kemudian oleh pemerintah daerah sendiri yang juga dipikirkan adalah kelanjutan program ini, banyak lulusan tentu harus banyak menyediakan lapangan pekerjaan ataupun perguruan tinggi sebagai pendidikan lanjutan,” paparnya.

 

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melontarkan wacana pembangunan SMA/SMK di setiap kecamatan. Program ini menjadi satu dari empat cara yang akan dilakukan untuk mendukung penerapan wajib belajar 12 tahun.

 

Selain itu, pemerintah pusat bakal menjadikan SMA/SMK sebagai program pendidikan wajib diambil bagi siswa setelah lulus jenjang SMP. Strategi ketiga, yakni memberikan pandangan bahwa jenjang pendidikan akan menjadi pengalaman yang menarik.

 

Sekolah akan diminta mengadakan acara khusus merayakan kelulusan siswa. Upaya terakhir dalam mendukung penerapan wajib belajar 12 tahun adalah pemberian bantuan biaya operasional, seperti BOS. ***

Komentar