Minggu, 22 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Kemiskinan Jadi Pemicu Angka Putus Sekolah

Susi Susilawati

Senin, 24 Agustus 2015 - 08:00 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Anak usia sekolah, yakni 7-19 tahun di Kabupaten Cianjur masih belum bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pasalnya, faktor ekonomi menjadi kendala utama bagi para orang tua.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sukaresmi, Dedi Ruhiyat menjelaskan, jenjang pendidikan yang ditempuh masyarakat yang ada Kecamatan Sukaresmi memang masih terbilang minim. Sebab, kebanyakan yang menjadi kendala pada orang tua terletak pada biaya yang harus dikeluarkan untuk meyekolahkan anaknya.

"Iya orang tua di sini mayoritas mata pencahariannya sebagai petani sehingga pendidikan yang ditempuh anaknya paling tinggi SD atau SMP," ucapnya kepada "BC".

Lanjut dia, Adapun upaya mengurangi angka putus sekolah pihaknya melalui desa memberikan apresiasi yang dilakukan melalui Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM). Melalui program tersebut pihaknya berupaya agar padangan orang tua tentang pendidikan bisa berubah karena terbantu.

"Saya himbau kepada para warga untuk bisa mengubah pandangannya terhadap pendidikan yang dijalani masing-masing anaknya. Agar jika pendidikan anak setara SMA mereka tidak kebingungan untuk mencari pekerjaan," ujarnya.

Hal senada, Kepala Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Agus Ramlan menyebutkan,  dari data yang disurvei pihaknya, anak usia 7-19 tahun di wilayahnya hanya mengenyam pendidikan sampai SD atau SMP, sedangkan untuk SMA masih jarang.

"Alasan dari para orang tua mereka rata-rata mengatakan tidak bisa menyekolahkan anaknya karena ekonomi mereka yang harus terbagi dengan kebutuhan sehari-hari. Hingga menimbulkan pandangan lebih baik anak membantu orang tua dibandingkan dengan sekolah," terangnya.

Lanjut Agus, anak yang sudah mengenal uang cenderung menyepelekan pendidikan, karena tanpa sekolah tinggi pun bisa mencari uang. Selain itu, jarak tempuh yang jauh dari rumah membuat alasan anak untuk tidak sekolah.

"Tingkat putus sekolah relatif rendah terjadi pada pendidikan SD, SMP dan selebihnya ke tingkat SMA jadi yang mendominasi lulusan mereka itu dari SD. Ada pun program GSC dari PNPM itu cukup membantu namun masih terbatas," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?