Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Kemiskinan Jadi Pemicu Angka Putus Sekolah

Susi Susilawati

Senin, 24 Agustus 2015 - 08:00 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Anak usia sekolah, yakni 7-19 tahun di Kabupaten Cianjur masih belum bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pasalnya, faktor ekonomi menjadi kendala utama bagi para orang tua.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sukaresmi, Dedi Ruhiyat menjelaskan, jenjang pendidikan yang ditempuh masyarakat yang ada Kecamatan Sukaresmi memang masih terbilang minim. Sebab, kebanyakan yang menjadi kendala pada orang tua terletak pada biaya yang harus dikeluarkan untuk meyekolahkan anaknya.

"Iya orang tua di sini mayoritas mata pencahariannya sebagai petani sehingga pendidikan yang ditempuh anaknya paling tinggi SD atau SMP," ucapnya kepada "BC".

Lanjut dia, Adapun upaya mengurangi angka putus sekolah pihaknya melalui desa memberikan apresiasi yang dilakukan melalui Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM). Melalui program tersebut pihaknya berupaya agar padangan orang tua tentang pendidikan bisa berubah karena terbantu.

"Saya himbau kepada para warga untuk bisa mengubah pandangannya terhadap pendidikan yang dijalani masing-masing anaknya. Agar jika pendidikan anak setara SMA mereka tidak kebingungan untuk mencari pekerjaan," ujarnya.

Hal senada, Kepala Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Agus Ramlan menyebutkan,  dari data yang disurvei pihaknya, anak usia 7-19 tahun di wilayahnya hanya mengenyam pendidikan sampai SD atau SMP, sedangkan untuk SMA masih jarang.

"Alasan dari para orang tua mereka rata-rata mengatakan tidak bisa menyekolahkan anaknya karena ekonomi mereka yang harus terbagi dengan kebutuhan sehari-hari. Hingga menimbulkan pandangan lebih baik anak membantu orang tua dibandingkan dengan sekolah," terangnya.

Lanjut Agus, anak yang sudah mengenal uang cenderung menyepelekan pendidikan, karena tanpa sekolah tinggi pun bisa mencari uang. Selain itu, jarak tempuh yang jauh dari rumah membuat alasan anak untuk tidak sekolah.

"Tingkat putus sekolah relatif rendah terjadi pada pendidikan SD, SMP dan selebihnya ke tingkat SMA jadi yang mendominasi lulusan mereka itu dari SD. Ada pun program GSC dari PNPM itu cukup membantu namun masih terbatas," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 9 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.