Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kemiskinan Jadi Pemicu Angka Putus Sekolah

Susi Susilawati

Senin, 24 Agustus 2015 - 08:00 WIB

ilustrasi/net
ilustrasi/net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Anak usia sekolah, yakni 7-19 tahun di Kabupaten Cianjur masih belum bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pasalnya, faktor ekonomi menjadi kendala utama bagi para orang tua.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sukaresmi, Dedi Ruhiyat menjelaskan, jenjang pendidikan yang ditempuh masyarakat yang ada Kecamatan Sukaresmi memang masih terbilang minim. Sebab, kebanyakan yang menjadi kendala pada orang tua terletak pada biaya yang harus dikeluarkan untuk meyekolahkan anaknya.

"Iya orang tua di sini mayoritas mata pencahariannya sebagai petani sehingga pendidikan yang ditempuh anaknya paling tinggi SD atau SMP," ucapnya kepada "BC".

Lanjut dia, Adapun upaya mengurangi angka putus sekolah pihaknya melalui desa memberikan apresiasi yang dilakukan melalui Generasi Sehat dan Cerdas (GSC) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM). Melalui program tersebut pihaknya berupaya agar padangan orang tua tentang pendidikan bisa berubah karena terbantu.

"Saya himbau kepada para warga untuk bisa mengubah pandangannya terhadap pendidikan yang dijalani masing-masing anaknya. Agar jika pendidikan anak setara SMA mereka tidak kebingungan untuk mencari pekerjaan," ujarnya.

Hal senada, Kepala Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Agus Ramlan menyebutkan,  dari data yang disurvei pihaknya, anak usia 7-19 tahun di wilayahnya hanya mengenyam pendidikan sampai SD atau SMP, sedangkan untuk SMA masih jarang.

"Alasan dari para orang tua mereka rata-rata mengatakan tidak bisa menyekolahkan anaknya karena ekonomi mereka yang harus terbagi dengan kebutuhan sehari-hari. Hingga menimbulkan pandangan lebih baik anak membantu orang tua dibandingkan dengan sekolah," terangnya.

Lanjut Agus, anak yang sudah mengenal uang cenderung menyepelekan pendidikan, karena tanpa sekolah tinggi pun bisa mencari uang. Selain itu, jarak tempuh yang jauh dari rumah membuat alasan anak untuk tidak sekolah.

"Tingkat putus sekolah relatif rendah terjadi pada pendidikan SD, SMP dan selebihnya ke tingkat SMA jadi yang mendominasi lulusan mereka itu dari SD. Ada pun program GSC dari PNPM itu cukup membantu namun masih terbatas," pungkasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?