Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 03:07

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

makan enak

Cemilan Ini Lagi Laku Banget di Cianjur? Emangnya Apa Sih!

Oleh: Susi Susilawati - Kamis 03 Maret 2016 | 12:43 WIB

Cemilan Ini Lagi Laku Banget di Cianjur? Emangnya Apa Sih!

BC/Susi

BERITACIANJUR.COM - Menyantap cemilan sambil bersantai tentunya sangat cocok dilakukan pada saat melepas lelah dari rutinitas keseharian. Untuk Itu, bu Kokoy sang pemilik Kripik Tempe Nusasari membuka bisnis usaha kripik asli produksi warga Cibeber.

 

Diakui Kokoy Rukoyah, menekuni bisnis kripik tempe itu, berawal dari keinginannya untuk membuat sebuah cemilan keluarga.

 

"Kata anak-anak enak katanya, kemudian saya sengaja menjadikan makanan ini jadi lahan bisnis karena banyak tetangga yang memesan keripiknya," terangnya.

 

Jika pada umumnya kripik tempe berbentuk kotak besar, Kokoy mencoba untuk membentuk kripinknya menjadi kotak kecil.Hal itu, ia lakukan untuk mempermudah orang yang memamkannya.

 

“Iya umumnya kan kripik tempe itu kotak bulat besar,  nah kalau saya mah di potong aja jadi kotak keci biar mudah dimakannya,” ujarnya.

 

keripik nusasari, tentunya memiliki beragam rasa, yaitu ada rasa ayam bawang, rasa balado dan rasa original. Dalam satu hari, Kokoy mengaku bisa memproduksi puluhan kemasan dengan berat 250 Kg dan 100 Kg yang di bantu oleh beberapa kerabat. dengan harga jual berkisar Rp 1.000 sampai Rp 15 ribu.

 

“Pemasaran ke warung dan minimarket, tapi jika ada pesanan perorangan pun saya menerimanya,” jelasnya. (pls)

Komentar