Rabu, 24 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Desakan Ekonomi, Banyak Warga Desa Memilih Pindah ke Kota Besar

Asr

Sabtu, 25 Juli 2015 - 19:39 WIB

foto ilustrasi net
foto ilustrasi net
A A A

BC.COM-CIPANAS - Pasca lebaran proses urbanisasi di wilayah Kecamatan Cipanas sudah mulai terlihat dan mengalami peningkatan. Dari catatan beberapa desa yang ada di wilayah Cipanas Puluhan warga saat ini memilih pindah ke beberapa kota besar.

Saat ini, beberapa desa di wilayah Kecamatan Cipanas sudah mencatat hampir lebih dari 20 orang warga, sudah melakukan urbanisasi ke beberapa kota kota besar, seperti Jakarta dan bandung.

Proses urbanisasi ini dipicu karena berbagai hal, seperti karena kebutuhan ekonomi atau faktor keluarga yang tinggal diberbagai daerah yang akhirnya mereka memilih pindah ke daerah atau kota besar dimana keluarganya tinggal dengan mengalami peningkatan ekonomi.

Namun proses urbanisasi di wilayah Kecamatan Cipanas saat ini baru sebatas perpindahan saja, adapun untuk proses perpindahan dari daerah lain ke daerah Cipanas sampai saat ini belum ada pendataan. Misalnya didua desa yang ada di Kecamatan Cipanas, Desa Sindanglaya, dan Desa Sindangjaya, sampai saat ini selama kantor pelayan buka, sudah ada warganya yang minta surat pindah, sedangkan untuk pendataan yang datang ke desa tersebut sampai saat ini belum ada.

Dikatakan sekertaris Desa Sindanglaya, Usep Supriatna, proses penambahan penduduk di Desa Sindanglaya memang terjadi hampir disetiap tahunnya, apalagi pasca lebaran selalu ada, namun karena Cipanas bisa dibilang kota kecil sehingga tak banyak yang datang.

"Ada saja tiap tahunnya yang datang, namun tak banyak, kalaupun ada yang nambah biasanya ada yang datang ada juga yang pindah" ucapnya saat ditemui diruangannya.

Hal berbeda diungkapkan Sekertaris Desa Sindangjaya, Encep Suganda, pasalnya di desanya jarang sekali yang datang berpindah, namun untuk yang asalnya di desa tersebut banyak yang pindah ke daerah lain.

Sebelumnya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengimbau masyarakat tidak melakukan urbanisasi pasca-Lebaran 2015.

Marwan mengatakan, momentum mudik Lebaran biasanya akan diiringi dengan membludaknya arus urbanisasi. Banyak para pemudik yang membawa kerabatnya untuk mencari pekerjaan di kota.

Karena itu, guna menanggapi fenomena yang biasa terjadi setiap tahun tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat desa untuk tidak ikut berbondong-bondong ke kota.

"Dengan adanya perhatian serius yang dilakukan pemerintah terhadap desa, saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memaksimalkan potensi desa dan mengembangkan ekonomi perdesaan," katanya.

Menurut dia, perputaran ekonomi perdesaan tidak akan kalah dengan ekonomi perkotaan. Apalagi, desa saat ini diberi kewenangan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan mendapatkan dana desa dari pemerintah.

"Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang yang ada di desa. Entah dengan membuat ekonomi kreatif, BUMDes, ataupun mengembangkan desa wisata," ucapnya.

Jika potensi ekonomi perdesaan sudah tertata, ia meyakini peredaran uang dan investasi tidak akan menumpuk di kota-kota besar, akan tetapi juga akan tersebar ke daerah-daerah dan desa-desa. (asr)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 31 menit yang lalu

5 Kecamatan di Cianjur Terdampak Gempa

Gempa bumi menggoyang Cianjur, Selasa (23/1/2018) siang. Sejumlah wilayah di selatan Cianjur terdampak cukup parah. Tercatat, sejumlah bangunan rusak dan delapan orang siswa sekolah mengalami luka-luka.

Aktualita 36 menit yang lalu

Masalahnya Banyak, RSUD Akan Diperiksa Khusus

SETELAH satu per satu permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur terbongkar, akhirnya Inspektorat Daerah (Irda) Cianjur akan segera melakukan pemeriksaan khusus (riksus), terhadap para…

Aktualita 23/01/2018 08:05 WIB

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 23/01/2018 08:00 WIB

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…