Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 23:43

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Desakan Ekonomi, Banyak Warga Desa Memilih Pindah ke Kota Besar

Oleh: asr - Sabtu 25 Juli 2015 | 19:39 WIB

Desakan Ekonomi, Banyak Warga Desa Memilih Pindah ke Kota Besar

foto ilustrasi net

BC.COM-CIPANAS - Pasca lebaran proses urbanisasi di wilayah Kecamatan Cipanas sudah mulai terlihat dan mengalami peningkatan. Dari catatan beberapa desa yang ada di wilayah Cipanas Puluhan warga saat ini memilih pindah ke beberapa kota besar.

 

Saat ini, beberapa desa di wilayah Kecamatan Cipanas sudah mencatat hampir lebih dari 20 orang warga, sudah melakukan urbanisasi ke beberapa kota kota besar, seperti Jakarta dan bandung.

 

Proses urbanisasi ini dipicu karena berbagai hal, seperti karena kebutuhan ekonomi atau faktor keluarga yang tinggal diberbagai daerah yang akhirnya mereka memilih pindah ke daerah atau kota besar dimana keluarganya tinggal dengan mengalami peningkatan ekonomi.

 

Namun proses urbanisasi di wilayah Kecamatan Cipanas saat ini baru sebatas perpindahan saja, adapun untuk proses perpindahan dari daerah lain ke daerah Cipanas sampai saat ini belum ada pendataan. Misalnya didua desa yang ada di Kecamatan Cipanas, Desa Sindanglaya, dan Desa Sindangjaya, sampai saat ini selama kantor pelayan buka, sudah ada warganya yang minta surat pindah, sedangkan untuk pendataan yang datang ke desa tersebut sampai saat ini belum ada.


Dikatakan sekertaris Desa Sindanglaya, Usep Supriatna, proses penambahan penduduk di Desa Sindanglaya memang terjadi hampir disetiap tahunnya, apalagi pasca lebaran selalu ada, namun karena Cipanas bisa dibilang kota kecil sehingga tak banyak yang datang.


"Ada saja tiap tahunnya yang datang, namun tak banyak, kalaupun ada yang nambah biasanya ada yang datang ada juga yang pindah" ucapnya saat ditemui diruangannya.


Hal berbeda diungkapkan Sekertaris Desa Sindangjaya, Encep Suganda, pasalnya di desanya jarang sekali yang datang berpindah, namun untuk yang asalnya di desa tersebut banyak yang pindah ke daerah lain.

 

Sebelumnya, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengimbau masyarakat tidak melakukan urbanisasi pasca-Lebaran 2015.


Marwan mengatakan, momentum mudik Lebaran biasanya akan diiringi dengan membludaknya arus urbanisasi. Banyak para pemudik yang membawa kerabatnya untuk mencari pekerjaan di kota.


Karena itu, guna menanggapi fenomena yang biasa terjadi setiap tahun tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat desa untuk tidak ikut berbondong-bondong ke kota.

 

"Dengan adanya perhatian serius yang dilakukan pemerintah terhadap desa, saya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memaksimalkan potensi desa dan mengembangkan ekonomi perdesaan," katanya.


Menurut dia, perputaran ekonomi perdesaan tidak akan kalah dengan ekonomi perkotaan. Apalagi, desa saat ini diberi kewenangan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan mendapatkan dana desa dari pemerintah.


"Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang yang ada di desa. Entah dengan membuat ekonomi kreatif, BUMDes, ataupun mengembangkan desa wisata," ucapnya.


Jika potensi ekonomi perdesaan sudah tertata, ia meyakini peredaran uang dan investasi tidak akan menumpuk di kota-kota besar, akan tetapi juga akan tersebar ke daerah-daerah dan desa-desa. (asr)

Komentar