Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:46

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Manusia Kalahkan Kecerdasan Buatan Google di Permainan Go

Oleh: Putra Lugina Sukma - Senin 14 Maret 2016 | 17:22 WIB

Manusia Kalahkan Kecerdasan Buatan Google di Permainan Go

net

BERITACIANJUR.COM - Program kecerdasan buatan AlphaGo yang dikembangkan Google DeepMind, akhirnya dikalahkan oleh manusia setelah melewati beberapa pertandingan melawan manusia dalam permainan strategi kuno, Go.

 

Pemain Go dari Korea Selatan, Lee Sedol, memenangi pertandingan pertamanya melawan program komputer AlphaGo pada Minggu (13/3).

 

Dilansir dari CNN. Lee merupakan salah satu pemain top Go di dunia dengan memegang 18 gelar internasional. Ia mampu mengalahkan AlphaGo setelah berturut-turut mengalami tiga kekalahan.

 

“Kemenangan ini sangat berharga dan saya tidak akan menukarnya dengan hal lain di dunia ini,” kata Lee setelah pertandingan.

 

Lee, yang berusia 33 tahun, mengaku sempat meremehkan kemampuan AlphaGo. Tetapi ia yakin bahwa program ini tidak sempurna dan meminta pendukungnya untuk tetap menonton pertandingan.

 

Pendiri DeepMind, Demis Hassabis, berkata bahwa kekalahan kali ini akan jadi pengalaman berharga yang membantu mengidentifikasi kelemahan yang perlu diatasi.

 

“Ini adalah bukti nyata semangat juang luar biasa dari Lee dan ia mampu bermain begitu cemerlang hari ini setelah tiga kekalahan,” tutur Hassabis.

 

Go merupakan permainan yang melibatkan dua pemain untuk menggerakan batu hotam dan putih pada papan kota persegi, dengan tujuan merebut wilayah terbanyak.

 

Go menjadi permain strategi tertua yang populer di negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

 

Sebelumnya, AlphaGo telah mengalahkan oemain juara Eropa Go tahun lalu. Kali ini AlphaGo bertemu dengan lawan yang lebih tangguh. Pertandingan kelima AlphaGo melawan Lee Sedol dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 15 Maret 2016.

 

Dalam pengembangannya, DeepMind berupaya membuat AlphaGo untuk mendekati intuisi manusia dan bisa mengasah dirinya sendiri untuk memelajari berbagai strategi.

 

DeepMind merupakan startup asal London, Inggris, yang mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perusahaan ini diakuisisi Google senilai US$400 juta pada Januari 2014.

 

DeepMind mengembangkan berbagai program kecerdasan buatan seperti jaringan saraf yang bisa menggambar, mengenali gambar, pendeteksi penyakit, sampai mendeteksi komputer kuantum.

Komentar