Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:18

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Bila Tembus Rp16 Ribu Per US$, Tiga Bank Kolaps

Oleh: fl/bc.com/net - Selasa 25 Agustus 2015 | 05:10 WIB

Bila Tembus Rp16 Ribu Per US$, Tiga Bank Kolaps

Nilai tukar rupiah bikin ketar ketir....

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA -- Perkembangan nilai tukar rupiah benar-benar bikin dag dig dug. Kalangan perbankan dan industri keuangan non bank, bakal dilanda kecemasan, Apalagi kalau kurs rupiah tembus Rp 16 ribu per US$.

 

Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri bilang, bila kurs rupiah sampai ke level Rp 16 ribu per US$, pemerintah akan menghadapi masa-masa sulit.
 

"Ada beberapa hal yang bisa terjadi. Perbankan atau industri non bank, ada yang terancam bankrut," kata Deni kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/8/2015).
 

Berdasarkan simulasi stress test yang dilakukan CBC, kata Deni, hasilnya cukup mengejutkan. Apabila nilai tukar rupiah ambrol sampai Rp 15 ribu per dolar AS dan IHSG merosot 20% maka salah satu perusahaan asuransi bakal bangkrut. "Tapi mohon maaf saya tidak bisa sampaikan namanya," kata Deni.
 

Hanya saja, kata Deni, asuransi yang terancam ini, sebagian besar sahamnya dimiliki oleh bank pelat merah.
 

Apabila rupiah terus melemah sampai menembus Rp 16 ribu per dolar AS, kata Deni, hasil stress tes menyebut adanya tiga bank kelas menengah terancam kolaps.
 

"Tapi, semuanya bisa diatasi. Dalam hal ini, pemerintah harus gerak cepat. Solusi jangka pendek adalah segera buat protokol krisis yang jelas dan tegas," kata Deni.
 

Sedangkan solusi jangka panjang, lanjut Deni, pemerintah bersama otoritas fiskal dan moneter harus mampu meningkatkan daya saing rupiah.
 

"Kalau sekarang ini, rupiah sangat fragile atau rentan karena tak punya daya saing. Ini harus diperkuat. Bagaimana caranya? Saya kira banyak langkah yang bisa ditempuh," kata Deni. (fl/net)

Komentar