Selasa, 26 September 2017 - Pukul 01:54

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Nia Ngaku Ukuran Mr.P Jumbo Belum Tentu Bikin Nikmat

Oleh: Putra Lugina Sukma - Selasa 15 Maret 2016 | 17:45 WIB

Nia Ngaku Ukuran Mr.P Jumbo Belum Tentu Bikin Nikmat

net/illlustrasi

BERITACIANJUR.COM - Kalau ngebahas tentang ukuran baju besar, mungkin semua orang bakal bilang setuju jika hal itu bikin gak enak atau gak nyaman buat dipakai. Tapi nih sob, apa masih bisa bilang kaya gtu, kalau bicara tentang ukuran besar si Mr. P ,?

 

Size does matter! Yups, itulah kalimat yang punya arti kalau masalah ukuran itu penting dalam masalah seksualitas. Namun nih sob, dari beberapa penelitian yang dilakukan para ilmuwan. Nyatanya, ukuran penis yang terlalu besar justru membuat wanita tersiksa.

 

Nih Bos, ada curhatan pengalaman si Nia (29) yang ngaku kalau dirinya sempat berurusan dengan "Mr P" berukuran jumbo. Awalnya, ia beranggapan bahwa makin besar penis maka sesi bercinta akan makin nikmat.

 

“Sekarang anggapan saya berubah. Bayangkan ukuran timun dikali dua, lalu bayangkan benda itu masuk ke vagina Anda. Boro-boro orgasme, baru masuk saja sudah sakit,” ujar Nia.

 

Menurut Nia, seks yang seharusnya menyenangkan menjadi serasa di neraka. Akhirnya, ia terpaksa berpisah dengan lelaki tersebut.

 

“Akhirnya sekarang saya beranggapan kalau size does matter, tapi dalam hal sebaliknya. Terlalu besar malah menyiksa,” ucap karyawati perusahaan asing ini.

 

Androlog dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Dr Heru Oentoeng Sp And, menjelaskan bahwa vagina sebetulnya bersifat elastis. Jadi, secara umum bisa menerima berbagai ukuran penis.

 

Bahkan, lanjut Heru, karena sifatnya yang elastis, bayi pun lahirnya lewat vagina. Namun, proses itu juga disertai rasa sakit.

 

“Lagi pula itu kan proses persalinan, tak setiap hari seorang perempuan melahirkan. Lain halnya dengan sesi bercinta. Tentunya tak nikmat jika harus sering berurusan dengan penis yang superbesar,” papar Heru.

 

Ia sendiri pernah menangani kejadian seperti Nia. Bahkan, si wanita terpaksa dibawa ke rumah sakit karena mengalami cedera vagina.

 

“Kalau sampai cedera vagina, misalnya robek, bisa timbul infeksi bila tak segera ditangani. Tambah lagi, pihak perempuan bisa mengalami trauma psikis,” ungkap Heru.

 

Untuk kasus seperti ini, Heru memberi tips untuk banyak melakukanforeplay agar vagina mengeluarkan pelumas yang cukup. Andai tak cukup, bisa mencoba pelumas buatan yang dijual bebas. Jika masih bermasalah, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli medis yang berkompeten.

 

“Harusnya ini menjadi perhatian bagi kaum pria. Tak usahlah memperbesar alat kelamin. Kalau pasangan sudah puas, ya sudah,” pesan Heru. (pls)

Komentar