Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:50

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

mail news

Cinta Butuh Kepastian

Oleh: Ratna Febriani - Kamis 17 Maret 2016 | 13:56 WIB

Cinta Butuh Kepastian

foto penulis : Ratna Febrianti (siswi SMK Ar-rahmah)

BERITACIANJUR.COM - “Ya allah, berikanlah aku kekuatan,kesabaran dan ketabahan hati. Jikalau dia memang jodohku maka persatukanlah aku dengannya dan jikalau dia memang bukan jodohku, maka pertemukanlah aku dengan seseorang yang jauh lebih baik dari dirinya”. rintih air mataku yang membasahi pipiku.

 

Sikapmu yang begitu dingin kepadaku, membuatku tak sanggup untuk menahan air mata ini. Aku hanya terdiam, berusaha menahan sesak yang merangkul dadaku. Aku tak sanggup menahan air mata ini, ketika melihatmu hanya bersikap dingin kepadaku, sedangkan saat bersama seorang perempuan kamu bahagia. Aku coba untuk tertawa mesipun kesedihan membaluti hatiku, Ku coba bercanda, berusaha untuk melupakan bayang-bayang dirimu.

 

Ku pikir semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang aku harapkan, ku pikir semua ini akan baik-baik saja. Berawal dari november lalu, saat kita pertama kali saling mengenal setelah 2 bulan tanpa kabar, bahagia sekali rasanya mengobati rindu yang sangat mendalam. Kita bertemu di dalam sebuah band, bercerita tentang kabar dan semua yang terlalui lewat chatt BBM. Tersenyum lepas membuatku bahagia, entah bagai mana dengan mu. Tapi itu sangatlah berkesan, menimbulkan rasa nyaman ketika bertemu denganmu.

 

cerita pun terus berlanjut ketika kamu mulai memberikan perhatian kamu kepadaku. Ketika aku sakit, kamu yang selalu suport aku supaya aku kuat ngelawan rasa sakit yang aku rasa. ketika aku lalai menjalankan ibadah, kamu yang selalu ingatkan aku akan sholat 5 waktu. Ketika aku sedih, kamu yang selalu tenangkan hatiku. Masih dengan ceritamu dan ceritaku yang tak habis untuk di perbincangkan. Ketika malam selepas pulang dari pengajian, kita selalu menyempatkan waktu buat ngobrol lewat Watshapp. “ hey..” katamu ketika menyapaku, “iyah..” jawabku dengan perasaan senang. Tak ku sangka kau katakan kata-kata dengan nada yang menyentuh hati. Di situhlah aku merasa nyaman ketika berbicara denganmu.

 

Tetapi semuanya berubah saat kau tak pernah hubungi aku lagi, hingga rasa ini sangat merindukanmu. Ku coba semua cara agar aku bisa tau keadaanmu, meski berulang kali kau bilang kepadaku, “aku lagi sibuk , jangan ganggu aku dulu!!” namun aku tak mau salah paham tentang itu. Hingga sampai puncak emosimu, kau pun membalas dengan sebuah chatt BBM “please...,jangan ganggu aku terus, aku lagi sibuk ngerjain tugas, udah ganggunya, lama-lama males sama kamu !!” tutur katamu lewas chatt BBM itu. 

 

terperangah diriku saat membacanya, aku tak bisa berkata-kata, hanya menahan sedikit emosi yang hampir meluap. Aku mengerti, aku memang egois, aku coba memahamimu meski itu sangat menyakitiku. Mulai dari situ aku mencoba menjauh, memberi ruang untukmu demi kesuksesanmu, meski terkadang aku menangis saat teringat perkataanmu & sikap dinginmu. Sungguh.. aku tak menyangka kau bisa seperti itu, dan sampai sekarang aku masih terluka dan menunggu akan kepastian darimu.

Komentar