Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:35

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

makan enak

Mau Tau Sejarah Ramen dan Sensasinya? Cek Ke Sini Yuk Guys

Oleh: K-1 - Sabtu 02 April 2016 | 13:00 WIB

Mau Tau Sejarah Ramen dan Sensasinya? Cek Ke Sini Yuk Guys

bc/k-1

BERITACIANJUR.COM - Hey para beceniners penikmat kuliner, kali ini Bece Online akan memberikan referensi seputar makanan enak nih yang ada di Cianjur. 

 

Kalian pasti udah tau kan negara Jepang? Yups, negara kecil di bagian wilayah asia ini tidak hanya terkenal sebagai pembuat teknologi canggih saja nih guys, melainkan mereka juga punya makanan khas yang akhir-akhir ini menjadi trend di kalangan pecinta kuliner kita.

 

Kamu pasti sudah tahu makanan ramen kan,? makanan khas dari Jepang ini mendadak menjadi suguhan idola bagi para penggemar makanan Indonesia. Bahkan, beberapa cafe kita nih, udah banyak yang menyuguhkan ramen dengan berbagai gaya dan ciri khas.

 

Kamu tahu gak asal mula ramen itu ada? nih Om Bece ceritain yah.

 

Pada zaman dulu pembuatan mi ini hadir di Tiongkok menggunakan air asin dari danau Kan di pedalaman Mongolia yang mengandung garam mineral alami. Sedangkan Di Jepang, mi tersbeut menggunakan bahan kimia untuk membuat mi yang disebut kansui (鹹水, secara harafiah: air dari Danau Kan). 

 

Seusai Perang Dunia II, bahan kimia tambahan untuk mi yang berbahaya bagi kesehatan ini banyak beredar di pasaran, tapi kalau sekarang sih bahan kimia tambahan itu sudah diatur dalam standar JAS. 

 

Bahan kimia tambahan untuk mi juga mempunyai bau tidak enak yang sering tidak disukai orang, sehingga di Jepang banyak yang menggantinya mi tersebut menggunakan telur sebagai pengganti bahan kimia.

 

Di atas ramen umumnya ditambahkan penyedap berupa beraneka ragam lauk seperti: chasiu, menma, telur rebus, sayuran hijau (seperti bayam), irisan daun bawang, nori, atau narutomaki sebagai hiasan. 

 

Telur rebus untuk ramen biasanya berwarna coklat karena direbus di dalam kuah bekas rebusan chasiu. Sayuran sekaligus penyedap yang paling umum untuk ramen adalah irisan daun bawang. Sebelum ditambahkan ke dalam ramen, sebagian penjual ramen lebih dulu menggoreng irisan daun bawang di dalam minyak goreng.

 

Bila anda ingin mencicipi dan penasaran dengan rasanya, anda tinggal aja ke Oishi ramen yang berada di bilangan Pangeran Hidayatullah. Di situ, kalian bisa merasakan sensasi ramen yang tentunya halal dan aman untuk di konsumsi.

 

"Ramen adalah salah satu menu andalan disini, ramen nya pun begitu hits, jika biasanya memakai katsu dan jamur. Disini memakai ikan laut yang harganya persatunya Rp. 2 Ribu," kata pemilik Oishi Ramen. Dadang.

 

Selain itu, sambung dia, mie nya pun terbuat dari bahan dasar sayuran dan baik bagi para vegetarian. Bahkan, harganya pun dirasa cukup terjangkau mulai dari Rp. 15 Ribu sampai dengan Rp. 20 ribu saja. (pls)

Komentar