Kamis, 29 Juni 2017 - Pukul 14:13

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Lomba, Penting Untuk Mendorong Daya Juang Anak

Oleh: M. Arlan Akbar - Selasa 25 Agustus 2015 | 10:00 WIB

Lomba, Penting Untuk Mendorong Daya Juang Anak

arlan akbar/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Kegiatan lomba yang diprogramkan sekolah kepada anak usia dini merupakan bagian dari pembelajaran. Tenaga pendidik RA Futuhiyyah Cipanas Rizki Amalia menuturkan, permainan lapangan atau lomba berperan sebagai stimulus fungsi psikomotorik gerak di masa pertumbuhan. Sehingga sesuai dengan masa perkembangan anak usia dini.

 

“Bukan hanya fisik maupun emosional, kegiatan perlombaan juga memberikan dorongan untuk membentuk karakter dan mental anak untuk memiliki keberanian bertindak, serta diharapkan menunculkan semangat juang dan menghargai persaingan positif terhadap sesama teman,” ungkapnya.

 

Rizki mengungkapkan, di masa anak usia dini, aktif bergerak tidak dapat dilepaskan dari keseharian. Adapun dalam bidang perlombaan, aktivitas psikomotor gerak anak lebih difokuskan dalam mengontrol diri dan penguasaan mental secara individu maupun kelompok mencapai target yang ditentukan.

 

“Dalam setiap perlombaan kita ingin ajarkan bahwa perlombaan tidak hanya sekedar mendapatkan hadiah juara. Setiap anak harus dapat memposisikan dirinya dengan rekan sebagai juara atau lawan yang kalah dalam pertandingan. Oleh karena itu, psikomotor gerak siswa usia dini akan terpicu lebih aktif dan lebih semangat beraktivitas,” tuturnya. ***

Komentar