Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 14:39

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Studi: Manusia Juga Bisa 'Terangsang' oleh Robot Loh!

Oleh: net - Jumat 08 April 2016 | 17:07 WIB

Studi: Manusia Juga Bisa 'Terangsang' oleh Robot Loh!

Menyentuh Robot Bisa Bikin Manusia 'Terangsang' (Foto: PopSci)

BERITACIANJUR.COM - Banyak riset telah meneliti ketika manusia berinteraksi dengan robot, namun tidak banyak penelitian yang mengerjakan bagaimana rasanya manusia ketika disentuh oleh robot mirip manusia.

 

Jamy Li, mahasiswa doctoral di Stanford Departemen Komunikasi telah memprogram robot humanoid dan mengajak mahasiswanya untuk menyentuh robot tersebut di berbagai tempat untuk belajar anatomi.

 

Dalam pelajaran tersebut, robot meminta manusia untuk menunjukkan bagian tubuhnya yang berbeda-beda. Manusia menggunakan sensor untuk mengukur konduktansi listrik dari kulit mereka. Tim peneliti kemudian mengukur aktivitas electroderma atau EDR peserta karena dia menunjuk dan menyentuh 13 "bagian tubuh" robot, dari mata hingga ke pantat serta daerah genital.

 

Ketika emosi dan perhatian manusia terangsang, ditemukan sistem saraf simpatik mereka aktif, mengisi saluran keringat mereka dan meningkatkan konduktansi kulit.

 

Tanggapan itu terjadi dengan kekuatan penuh selama studi ketika 10 peserta menyentuh robot daripada hanya menunjuk. Gairah fisiologis mereka naik. Untuk 90 persen dari peserta, gairah meningkat seiring dengan semakin tabunya bagian tubuh robot yang disentuh.

 

Menyentuh tangan robot atau leher menimbulkan respon kurang signifikan dibandingkan menyentuh mata atau pantat, misalnya. Dalam hal ini, "terangsang" tidak berarti bahwa peserta memiliki pikiran seksual tentang robot. Ini hanya berarti bahwa menyentuh zona intim membuat mereka lebih waspada.

 

Intinya, sentuhan membuat manusia lebih terangsang ketika menyentuh zona yang mungkin terlarang pada manusia lain. Manusia juga tampak ragu-ragu untuk melakukannya, di mana 80 persen peserta membutuhkan waktu lebih lama untuk menyentuh bagian lebih "pribadi" dari yang biasa disentuh manusia pada interaksi sosial. (techno.okezone.com)

Komentar