Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:41

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Bangun SMA/SMK di Kecamatan, Harus Uji Kelayakan!

Oleh: Susi Susilawati - Selasa 25 Agustus 2015 | 09:01 WIB

Bangun SMA/SMK di Kecamatan, Harus Uji Kelayakan!

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM - Menanggapi  wacana yang akan digulirkan pemerintahan pusat mengenai pembangunan SMA/SMK di setiap kecamatan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur meminta pemerintah pusat untuk melakukan uji kelayakan terlebih dahulu.

 

“Tujuannya, tak lain agar program pembangunan SMA/SMK di setiap kecamatan tak hanya menghambur-hamburkan anggaran saja,” ucap Sekdis Disdik Cianjur Jum’ati, Senin (24/8).

 

Dirinya mengatakan, pihaknya menyepakati jika program tersebut dapat berdampak pada peningkatan APK/APM di setiap daerah. Namun, uji kelayakan tetap diperlukan.

 

“Memang program tersebut bagus, tapi jangan sampai banyak lembaga SMA/SMK di setiap kecamatan tapi ternyata malah kekurangan peserta didiknya. Dengan adanya pengkajian melalui uji kelayakan daerah akan terlihat mana saja yang membutuhkannya,” ungkapnya.

 

Lanjut dia, jumlah lembaga SMA/SMK di setiap daerah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di setiap daerahnya melalui keberadaan jumlah penduduk. Pemerintah pusat dan daerah harus bisa berkoordinasi mengkaji program tersebut. Ia menerangkan, kebutuhan dari sekolah yang ada baik swasta dan negeri belum terpenuhi dengan baik jika dilihat dari segi sarana dan prasarananya.

 

“Iya daripada untuk membangun sekolah baru, lebih baik pendanaanya untuk sekolah yang ada saja, agar fasilitas yang dibutuhkan peserta didik bisa merata,” terangnya.

 

Juma’ati menambahkan, untuk Kabupaten Cianjur sendiri dari setiap kecamatan sudah mempunyai SMA/SMK yang dekat sehingga mudah diakses oleh masyarakat. “Seperti di Kecamatan Kadupandak, Kecamatan Naringgul sudah mempunyai enam lembaga yang terdiri dari SMA dan SMK kiranya itu sudah cukup,” pungkasnya.

 

Hal senada pun diungkapkan Wakil Bupati Kabupaten Cianjur Suranto. Dirinya mengatakan, program tersebut sangat baik, namun ia berharap sebelum dilakukan proses pembangunan pemerintah harus bisa terjun langsung melihat situasi dan kondisi yang ada di lapangan.

 

“Kalau kecamatan tersebut tidak membutuhkan buat apa dibangun. Jadi perlu dilihat dulu,” tandasnya. ***

Komentar