Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:37

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Eksotisme Curug Perawan dan Kisah Prabu Tanjung Anginan

Oleh: Susi Susilawati - Sabtu 09 April 2016 | 12:00 WIB

Eksotisme Curug Perawan dan Kisah Prabu Tanjung Anginan

yukpiknik.com/Curug Citambur

BERITACIANJUR.COM - Cianjur memiliki banyak lokasi wisata yang potensial. Namun, pengelolaan yang belum maksimal, membuat potensi wisata ini seolah tak terlihat.

 

Salah satunya wisata Curug Citambur, yang terletak di Kampung Citambur, Desa Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda, Cianjur selatan. Padahal, jika melihat kondisi yang ada, Curug Citambur sangat berpotensi menjadi primadona tujuan wisata ke Cianjur.

 

Curug Citambur saat ini dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH Tirta Jaya) bersama masyarakat sekitar. Pengelolaan dilakukan untuk melestarikan dan menjaga Curug Citambur tetap asri.

 

Sebagaimana lokasi wisata pada umumnya, Curug Citambur memiliki cerita dibalik penamaannya. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, penamaan Curug Citambur terdapat dua versi. Pertama, karena suara yang ditimbulkan jatuhnya air terdengar seperti bunyi sebuah alat musik tambur.

 

Hal ini terjadi, dimungkinkan saat itu volume air terjun jauh lebih besar dari sekarang dan kolamnya cukup luas sehingga menimbulkan bunyi. Seiring menyusutnya volume air, bunyi itu pun tak terdengar lagi.

 

Sedangkan versi kedua, penamaan curug ini terkait dengan kisah Prabu Tanjung Anginan. Lokasi Curug Citambur, dahulu, disebutkan termasuk wilayah Kerajaan Tanjung Anginan. Pusat kerajaannya berada di Pasirkuda, yang termasuk Desa Simpang, Kalibaru, Pusakajaya dan Karangjaya, Kecamatan Pasirkuda. Dugaan pusat kerajaan berada di sana, karena adanya batu berbentuk kursi, yang diyakini warga sebagai tempat duduk raja. Sementara nama Pasirkuda, berasal dari adanya sebuah batu bukit (pasir dalam bahasa Sunda) yang berbentuk kuda.

 

Pada saat kerjaaan berdiri, setiap raja yang mau mandi ke curug selalu ditandai dengan suara tambur, yang ditabuh oleh para pengawal. Suara alat musik tabuh itu terdengar cukup jauh sehingga warga menamakannya Curug Citambur.

 

Namun, keberadaan Kerajaan Tanjung Anginan ini tidak diketahui kapan tepatnya berdiri. Bahkan, dalam buku-buku sejarah yang ada pun, kerajaan ini tidak dikenal. Sehingga dimungkinkan, Kerajaan Tanjung Anginan hanyalah sebuah legenda. Hanya yang pasti, di Curug Citambur sering menjadi tepat untuk bertapa. Pasalnya, curug ini dianggap memiliki kekuatan supranatural.

Komentar