Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:37

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Anak Tukang Becak, Berhasil Jadi Wakil Bupati dan Dikagumi

Oleh: Putra Lugina Sukma - Sabtu 16 April 2016 | 10:33 WIB

Anak Tukang Becak, Berhasil Jadi Wakil Bupati dan Dikagumi

Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin dan istrinya (Foto : Liputan6.com)

BERITACIANJUR.COM - Kisah wakil Bupati trenggalek, Muhammmad Nur Arifin sepertinya bisa menginspirasi banyak orang di Indonesia bahkan dunia khususnya para anak muda kita.

 

Di usia yang cukup masih muda yakni 25 tahun. Ia berhasil terpilih menjadi wakil bupati termuda di Indonesia pada pilkada serentak 9 Desember 2015 kemarin. Bahkan, dibalik kesuksesannya saat ini, ternyata ia memiliki ribuan kisah pilu sebelumnya.

 

Terhalir dari seorang bapak yang berprofesi sebagai tukang becak di trenggalek, Arifin giat dan gigih dalam memperjuangkan hidupnya. Bahkan, ia mengaku selalu di DO (Drop Out) dari beberapa universitasnya akibat tidak memiliki biaya.

 

Berangkat dari hal tersebut, Arifin berjalan mengikuti mimpi yang dimandatkan sang Ayah yang mengatakan "Para pemimpin di Indonesia ini berangkat dari ketidakmampuan sehingga mereka memilki keprihatinan ketika ia menduduki jabatan penting".

 

Kalimat itulah yang selalu menjadi motivasi bagi Arifin, dalam mewujudkan mimpi sang ayah untuk membangun dan memberikan perhatian kepada masyarakat disana.

 

Namun sayang, ketika Arifin berhasil menjadi orang no 2 di trenggalek. Sang ayah belum merasakan apa yang dimimpikannya selama ini.

 

"Alhamdulilah, amanat bapak yang dulu sering menghantui saya. Sekarang saya bisa mewujudkannya. Namun sayang, dia tidak bisa melihat saya berjuang bersama warga trenggalek," terang Arifin kepada media. (pls)

Komentar