Selasa, 17 Oktober 2017 - Pukul 08:59

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Bisnis Properti Diprediksi Meningkat

Oleh: Nuki Nugraha - Jumat 31 Juli 2015 | 12:00 WIB

Bisnis Properti Diprediksi Meningkat

net

BERITACIANJUR.COM – Meski pertumbuhan ekonomi akhir akhir ini terkesan lamban, namun geliat properti di Kabupaten Cianjur diperkirakan terbilang stabil bahkan cendrung mengalami peningkatan.

 

Masih stabilnya kondisi bisnis properti di Cianjur dibenarkan Kepala Sub Bagian Perencaanan pada Badan Pelayaann Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM), Dian Mardiana. Ia mengatakan, pada dasarnya untuk bisnis properti di Cianjur tahun ini masih stabil,memang ada peningkatan namun tidak terlalu menonjol dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tahun sekarang masih terbilang stabil, tidak ada lonjakan, “ujar Dian saat dihubungi BC, kemarin.

 

Senada, Kepala Bidang Perencanaan Pembagunan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, Ahmad nugraha, mengatakan, berdasarkan pantauan kita memang untuk bisnis properti di Cianjur diperkirkaan saat ini mengalami peningkatan. Soalnya banyak lahan –lahan yang mulai dialihkan oleh investor untuk dijadikan sebagai lahan perumahan. 

 

“Kalau untuk jumlah pastinya itu datanya ada di BPPTPM. Di kita sama sekali tidak ada datanya,”ujar Ahmad kepada BC.

 

Ia beralasan, kewenangan Bappeda hanya sebatas melakukan survey dan kajian tekhnis di lapangan saja. Adapun selanjutnya, untuk persoalan jadi tidaknya pelaksanaan pembagunan yang dilakukan oleh para investor itu merupakan kewenangan BPPTPM selaku instansi pemberi ijin.

 

“Kalau jadi tidaknya pembagunan itu kan berkaitan dengan ijin. Berarti yang paling tahu itu perijinan. Kita tidak pernah mendapat informasi lanjutan mengenai jadi tidaknya investor melaksanakan pembangunan perumahan,”tandasnya. ***

Komentar