Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:44

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Intel Akan PHK Massal 12.000 Karyawan

Oleh: Iskandar - Rabu 20 April 2016 | 15:30 WIB

Intel Akan PHK Massal 12.000 Karyawan

Intel Corporation (wsj.com)

BERITACIANJUR.COM - Intel Corporation berencana untuk memangkas 12.000 karyawannya. Jumlah tersebut mencakup 11 persen dari seluruh karyawan Intel. Hal ini terpaksa dilakukan perusahaan karena pasar komputer pribadi (PC) yang kian menyusut.

 

IDC mencatat, pengapalan PC secara global menurun 11 persen di kuartal I 2016. Bukan itu saja, Intel juga diketahui gagal melakukan transisi industri dalam pembuatan chip untuk smartphone.

 

Restrukturisasi ini diumumkan bersamaan dengan hasil kuartal pertama pada Selasa kemarin, (19/4/2016) waktu Amerika Serikat. Ini adalah salah satu jumlah pemangkasan karyawan terbesar Intel, setelah sebelumnya menutup pabrik perakitan dan uji coba produk di Costa Rica serta mem-PHK 1.500 pada tahun lalu.

 

Chief Executive Intel Brian Krzanich mengatakan bahwa langkah ini sangat berat tetapi diperlukan. Tidak hanya untuk memangkas biaya, tetapi juga untuk berinvestasi dalam bisnis yang lebih berkembang.

 

"Tidak ada perubahan yang diputuskan dengan mudah," tulis Mr Krzanich melalui email kepada seluruh karyawan Intel. Demikian seperti dikutip dari laman Wall Street Journal, Rabu (20/4/2016).

 

Masalah yang dihadapi Intel merupakan tantangan yang umum dalam bisnis teknologi. International Business Machines Corp (IBM), misalnya, yang memiliki sistem mainframe besar, terpaksa harus menghentikan penjualan PC dan server karena persaingan yang sangat sengit.

 

Sebagai informasi, Intel yang berbasis di Santa Clara, California, sejak akhir 1980-an menyediakan calculating engines untuk pasar PC yang terus berkembang. Produsen chip ini bersama dengan Microsoft Corp, mampu meraup keuntungan dari bisnis tersebut.

 

Akan tetapi, baik Intel maupun Microsoft kemudian terjun ke pasar ponsel, setelah Apple Inc memperkenalkan iPhone pada 2007. (tekno.liputan6)

Komentar