Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:43

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Pernikahan Dini: Dilema Yang Harus Dicegah

Oleh: Zenal Mustari - Kamis 21 April 2016 | 13:00 WIB

Pernikahan Dini: Dilema Yang Harus Dicegah

net/ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Terlepas dari siapa pun yang benar atau salah, yang jelas untuk proses pernikahan dini harus bisa dicegah.

 

Sebaiknya kata Sekretaris Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), D Usma Nurhakim, bagi para orangtua juga harus bisa memperhatikan usia pernikahan putra-putrinya, dan jika masih belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena belum cukup usia. Maka pernikahan yang dilaksanakan sekalipun sah secara agama (nikah siri/di bawah tangan) namun tetap tak bisa diakui pemerintah.

 

"Ya karena sesuai aturan yang ada, bahwa pernikahan di bawah umur itu tidak bisa dilaksanakan. Karena salah satu syaratnya untuk mendapatkan KTP, seseorang harus berusia 17 tahun. Sedangkan syarat untuk menikah itu, seseorang harus memiliki KTP,” ujarnya kepada "BC" saat berbincang-bincang di kediamannya di Sukanagara, belum lama ini.

 

Untuk itu sambungnya, apapun alasannya dan siapa pun pelakunya. Maka untuk proses perkawainan di bawah umur harus dicegah. “Ya tetap harus dapat dicegah," tandasnya.

 

Menurutnya, sejalan  dengan Undang-undang (UU) Pernikahan, bahwa usia perkawinan itu minimal 17 tahun. Karena itu bagi yang menikah, tetapi tidak bisa menunjukkan KTP maka secara otomatis pihak terkait tidak akan berani ikut terlibat dalam proses pernikahannya.

 

"Bagi mereka yang melakukan pernikahan siri atau secara diam-diam, sangat disesalkan. Karena hak anak untuk mendapatkan warisan, nantinya tidak akan ada. Sebab perkawinannya tidak diakui Negara," tuturnya.

 

Ia mengatakan, bagi seorang anak untuk mendapatkan haknya atau  warisan dari kedua orang tuanya, maka harus mempunyai surat nikah yang membuktikan adanya perkawinan antara ayah dan ibunya.

 

"Untuk itu pentingnya surat nikah, agar ketika orang tuanya melakukan perceraian atau sebagainya. Maka si  anak akan tetap punya hak,” tutupnya.

Komentar