Rabu, 23 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

Tak Ada Pilihan, Warga Terus Manfaatkan Sungai Untuk MCK

Apip Samlawi

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 19:00 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Mengeringnya air sumur warga didua desa, di Kecamatan Haurwangi, mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Saat ini ratusan warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang ada untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga terutama untuk MCK.

Saat memasuki musim kemarau yang berakibat mengeringnya air sumur warga, hampir disetiap tahun sejumlah warga di Desa Sukatani dan Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, selalu memanfaatkan air sungai untuk melakukan Mandi Cuci Kakus (MCK) demi memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.  

Meski kondisi air sungai kurang terlihat bersih, namun warga dua desa ini terpaksa menggunakan air Sungai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Setiap hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian, serta membuang kotoran, dilakukan ratusan warga setelah desa mereka mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

Bahkan untuk kebutuhan memasak maupun minum, warga juga tak segan-segan menggunakan air sungai meski sebelumnya dilakukan beberapa kali penyaringan. Warga pun mengaku air Sungai Cihea ini masih layak untuk dikonsumsi, karena airnya masih jernih dan bebas sampah.

Kondisi ini sudah terjadi selama hampir tiga bulan, dimana warga mulai menghindari cara hidup sehat dengan menggunakan air Sungai Cihea meski dianggap warga cukup bersih dan masih layak untuk dipergunakan.

Ali (47), warga setempat mengatakan, ketiadaan air sumur miliknya membuat ia beserta warga lainnya terpaksa menggunakan air sungai yang ada dikampungnya, karena mata air sumur milik saya dan warga lainnya sudah mengering.

"Saya terpaksa menggunakan air sungai ini, namun saya melihat air sungai ini masih terlihat bersih dan masih pantas untuk dipakai kebutuhan sehari hari, seperti mandi, cuci dan kakus. Kondisi ini terpaksa dilakukan warga karena air sumur milik saya sudah benar-benar kering akibat kemarau," ucap Ali.

Sementara Kepala Desa Sukatani, Mamat Suganda, mengatakan, seluruh warga Kampung Cipetir, Kampung Bantar Honje, Kampung Sampay, Kampung Pangkalan dan Kampung Selakopi, tiap hari antri memanfaatkan air Sungai Cihea untuk keperluan rumah tangga, karena air Cihea tergolong masih terlihat layak untuk digunakan karena terbebas dari sampah serta limbah lainnya.

"Air Sungai Cihea benar-benar bermanfaat dan mampu menolong bagi seluruh warga yang dekat dengan bantaran sungai dan tidak hanya itu saja warga luar Desa Sukatani juga banyak yang mengangkut air dari sungai Cihea ini dengan mengunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka," ungkapnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 16 menit yang lalu

Ini Pemborosan dan Penyelewengan Anggaran

PENGAKUAN Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang menyebutkan bahwa dirinya dan pejabat Pemkab Cianjur lainnya termasuk bupati, menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan…

Si Maung 9 jam yang lalu

JAGA KEANGKERAN 'KANDANG MAUNG'

DEMI harga diri tampil di 'kandang maung' dan target menembus papan atas, kemenangan menjadi harga mati bagi Persib saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-10, di Stadion Gelora Bandung…

Bisnis Line 10 jam yang lalu

Paket Kombo D'Abah Jadi Menu Andalan 'Bukber'.

BULAN Ramadhan merupakan momentum keberkahan bagi umat Islam. Uniknya, momen keberkahan ramadhan ternyata dirasakan tidak hanya untuk muslim, tetapi juga dirasakan oleh para pebisnis kuliner. Bagaimana…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

PJU Tak Ada, Jalan Kebon Jeruk Rawan Lakalantas

TIDAK tersedianya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan Ciranjang - Bojongpicung tepatnya di Kampung Kebon Jeruk, Kecamatan Bojongpicung menyebabkan lokasi tersebut rawan terjadi…

Aktualita 24 jam yang lalu

Wabup Akui Nikmati Upah Pungut

TERNYATA, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengakui jika dirinya memang menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Kok bisa?

Cianjur Euy 22/05/2018 06:05 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Ke Gunung Padang

BENCANA longsor kembali menerjang Kabupaten Cianjur, kini terjadi di wilayah Kecamatan Campaka. Akibatnya, akses jalan menuju situs Meghalitikum Gunung Padang sempat tertutup longsoran tanah, Jumat (18/5/2018)…

Cianjur Euy 22/05/2018 06:03 WIB

Muspida Kabupaten Cianjur Komitmen Berantas Minuman Keras dan Oplosan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur berkomitmen untuk memberantas minuman keras (Miras) bermerk dan oplosan dengan cara meningkatkan razia gabungan diberbagai wilayah setiap pekannya.

Cianjur Euy 22/05/2018 06:00 WIB

Kecamatan Ciranjang Gelar Sertijab Serentak Kepala Desa

PASCA pelantikan Kepala Desa oleh Bupati Cianjur empat hari lalu, Kecamatan Ciranjang langsung menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) tiga Kepala Desa di wilayahnya, Senin (21/5).

Bisnis Line 21/05/2018 21:15 WIB

Pizza Hut Cianjur Diduga Operasional Tanpa Izin Andalalin

DINAS Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Cianjur bakal memberikan surat teguran terhadap restauran Pizza di Jalan Ir H Juanda. Pasalnya, sampai saat ini restauran pizza…

Cianjur Euy 21/05/2018 21:14 WIB

Pembangunan Simbol Keagamaan Rentan Memicu Konflik

BANGUNAN monumental sekarang ini marak bermunculan di Kabupaten Cianjur. Berbagai bangunan tugu dibangun pemerintah di sejumlah lokasi yang tersebar di 32 Kecamatan.