Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:53

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Tak Ada Pilihan, Warga Terus Manfaatkan Sungai Untuk MCK

Oleh: Apip Samlawi - Sabtu 29 Agustus 2015 | 19:00 WIB

Tak Ada Pilihan, Warga Terus Manfaatkan Sungai Untuk MCK

net

BERITACIANJUR.COM – Mengeringnya air sumur warga didua desa, di Kecamatan Haurwangi, mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Saat ini ratusan warga terpaksa memanfaatkan air sungai yang ada untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga terutama untuk MCK.

 

Saat memasuki musim kemarau yang berakibat mengeringnya air sumur warga, hampir disetiap tahun sejumlah warga di Desa Sukatani dan Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, selalu memanfaatkan air sungai untuk melakukan Mandi Cuci Kakus (MCK) demi memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.  

 

Meski kondisi air sungai kurang terlihat bersih, namun warga dua desa ini terpaksa menggunakan air Sungai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Setiap hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian, serta membuang kotoran, dilakukan ratusan warga setelah desa mereka mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

 

Bahkan untuk kebutuhan memasak maupun minum, warga juga tak segan-segan menggunakan air sungai meski sebelumnya dilakukan beberapa kali penyaringan. Warga pun mengaku air Sungai Cihea ini masih layak untuk dikonsumsi, karena airnya masih jernih dan bebas sampah.

 

Kondisi ini sudah terjadi selama hampir tiga bulan, dimana warga mulai menghindari cara hidup sehat dengan menggunakan air Sungai Cihea meski dianggap warga cukup bersih dan masih layak untuk dipergunakan.

 

Ali (47), warga setempat mengatakan, ketiadaan air sumur miliknya membuat ia beserta warga lainnya terpaksa menggunakan air sungai yang ada dikampungnya, karena mata air sumur milik saya dan warga lainnya sudah mengering.

 

"Saya terpaksa menggunakan air sungai ini, namun saya melihat air sungai ini masih terlihat bersih dan masih pantas untuk dipakai kebutuhan sehari hari, seperti mandi, cuci dan kakus. Kondisi ini terpaksa dilakukan warga karena air sumur milik saya sudah benar-benar kering akibat kemarau," ucap Ali.

 

Sementara Kepala Desa Sukatani, Mamat Suganda, mengatakan, seluruh warga Kampung Cipetir, Kampung Bantar Honje, Kampung Sampay, Kampung Pangkalan dan Kampung Selakopi, tiap hari antri memanfaatkan air Sungai Cihea untuk keperluan rumah tangga, karena air Cihea tergolong masih terlihat layak untuk digunakan karena terbebas dari sampah serta limbah lainnya.

 

"Air Sungai Cihea benar-benar bermanfaat dan mampu menolong bagi seluruh warga yang dekat dengan bantaran sungai dan tidak hanya itu saja warga luar Desa Sukatani juga banyak yang mengangkut air dari sungai Cihea ini dengan mengunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka," ungkapnya. ***

Komentar