Selasa, 26 September 2017 - Pukul 01:46

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

‘Beauty Sleep’ Memang Diperlukan Wanita

Oleh: Rudi Rusmana - Jumat 22 April 2016 | 21:00 WIB

‘Beauty Sleep’ Memang Diperlukan Wanita

net/ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Lain kali ajukan “I need my beauty sleep.” Sebagai alasan buat menolak ke luar saat larut malam, bisa juga menyertakannya dengan bukti yang legit.

 

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences, wanita mempunyai masalah menangani yang mengganggu mereka di rutinitas tidur regular dibanding pria.

 

Para peneliti pun meneliti 18 wanita dan 16 pria. Mereka di-desinkronisasi dari kehidupan regularnya, 24 jam sehari menjadi 28 jam sehari tanpa melihat sinar matahari atau waktu yang dapat memberikan petunjuk pada mereka, apakah hari sedang siang atau malam.

 

Selama 3 jam di 10 hari, para peneliti mengambil pengukuran subjektif dari partisipan, seperti rasa ngantuk, usaha dan mood sembari mereka melakukan serangkaian tes objektif seperti memori serta kontrol motorik.

 

Setelah melalui waktu selama 28 jam sehari ini, terlihat efek yang dihasilkan lebih besar terjadi pada tes subjektif dibanding tes objektif. Baik pria dan wanita punya kesadaran apabila mereka sudah mulai merasakan kantuk, begitu juga dengan kemampuan memori. Namun, pergeseran waktu ini ternyata mempunyai dampak signifikan bagi wanita.

 

Menurut sebuah studi lain dari Derk-Jan Dijk, OhD, direktur dari Surrey Sleep Center, para ilmuwan sudah mengetahui kalau perubahan jam tidur berpengaruh lebih besar pada wanita dibanding pria. Di awal 1984, peneliti Rutger Wever melaporkan, bahwa perbedaan jenis kelamin mempengaruhi alur circadiam rhytm (ritme circadian). Yang menimbulkan indikasi bahwa wanita membutuhkan tidur lebih lama dibanding pria dan bahkan lebih dalam.

 

Dalam makalahnya, Jan Dijk juga menemukan kalau wanita lebih mudah terkena cedera dibanding pria saat harus melalui kerja lembur atau shift yang lebih lama.

 

Penelitian ini juga memberikan fakta, bila ritme circadian seorang wanita kacau, bisa mengarah ke rasa kantuk dan membuat moody. So, apapun bentuk pekerjaannya, pastikan mendapat tidur yang cukup dan nyaman. (net/rus)

Komentar