Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Kualitas Wasit Sepak Bola di Cianjur Butut!

Angga Purwanda

Rabu, 27 April 2016 - 09:00 WIB

BC/Dok
BC/Dok
A A A

BERITACIANJUR.COM - Masyarakat pencinta sepak bola di Kabupaten Cianjur mengaku kecewa dengan kualitas wasit di Kabupaten Cianjur dan mendesak pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Cianjur agar melakukan evaluasi terhadap para pengadil lapangan hijau itu. 

Pasalnya, kinerja para perangkat lapangan, khususnya wasit kerap menimbulkan kontroversi. Satu diantara keputusan wasit yang dinilai menuai kontroversi itu saat pertandingan lanjutan Turnamen Bhayangkara Cup Polres Cianjur 2016 yang mempertemukan Bina Kresna kontra Penaci FC Ciranjang di Stadion Badak Putih, Cianjur, kemarin (26/4).

Dimana wasit yang memimpin pertandingan tersebut memberikan hukuman tendangan penalti kepada Penaci FC Ciranjang yang dipicu pelanggaran handsball oleh pemain belakang Penaci FC. Padahal, yang melakukan pelanggaran handsball tersebut dilakukan oleh pemain Bina Kresna.

Akibatnya, keputusan wasit tersebut menyulut aksi protes dari official dan pemain Penaci FC yang merupakan binaan Polsek Ciranjang itu. Bahkan, para pemain asal tim Ciranjang itu sempat meninggalkan lapangan sebab kecewa dengan keputusan yang diambil wasit.

Manager tim Penaci FC, Heri menuturkan, kualitas perangkat pertandingan, terutama wasit harus lebih ditingkatkan. Pasalnya, jelas Heri, buruknya kepemimpinan wasit di lapangan akan berdampak pada kualitas pemain dalam setiap pertandingan.

"Jika wasitnya seperti ini (buruk, red) tentunya akan berdampak pada kualitas permainan. Selain itu, kepeutusan-keputusan wasit yang dinilai merugikan tentunya dapat menjadi pemicu kericuhan dari para pendukung tim," tutur Heri, saat ditemui "BC" usai pertandingan, kemarin.

Diungkapkan Heri, seharusnya pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Cianjur dapat lebih selektif dalam menurunkan perangkat pertandingan (wasit). Sebab, ucap dia, kualitas wasit berdampak pada perkembangan sepak bola di Cianjur.

"Bila dilihat tadi (kemarin, red) keputusan wasit jelas salah, yang melakukan pelanggaran kan pemain Bina Kresna. Kenapa jadi kami (Penaci FC) yang diberikan hukuman penalti," ucapnya.

Sementara itu, Agus (40) seorang pencinta sepak bola Cianjur menyebutkan, seharusnya PSSI Kabupaten Cianjur dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas wasit dalam setiap memimpin suatu pertandingan.

"Ini merupakan satu upaya pembinaan dan pengembangan kualitas sepak bola di Cianjur, jika kualitas wasitnya saja buruk bagaimana para pemain dapat berkembang. Padahal, sebagian wasit di Cianjur telah mengantongi lisensi tingkat nasional," ujar Agus.(gap)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 7 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…