Kamis, 29 Juni 2017 - Pukul 14:14

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Pencetakan KTP Berbasis Kecamatan Terkendala Sinyal

Oleh: Misbah Hidayat - Rabu 26 Agustus 2015 | 07:52 WIB

Pencetakan KTP Berbasis Kecamatan Terkendala Sinyal

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Sesuai ketentuan, pencetakan KTP (Kartu Tanda Penduduk) memang seharusnya dilakukan di setiap kecamatan. Hanya saja, hingga sekarang program desentralisasi pencetakan KTP berbasis kecamatan itu belum bisa direalisasi lantaran terkendala sinyal jaringan internet.

 

Jalan keluarnya, untuk sementara waktu seluruh aktivitas pencetakan KTP terpaksa dipusatkan di lingkungan kantor Dians Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Hal itu diungkapkan Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Moch Ginajar menyikapi banyaknya keluhan warga terkait lama dan mahalnya ongkos pembuatan KTP pasca dipusatkan di kantor Disdukcapil.

 

“Karena sekarang ini proses pencetakan KTP  di kecamatan masih terkendala sinyal, diharapkan warga yang mau membuat KTP harus melakukannya jauh-jauh hari,” ucap Ginanjar kepada “BC” saat ditemui dikantornya, Selasa (25/8).

 

Diakui Ginanjar, untuk proses pencetakan KTP memang sudah diatur dalam UU 24 Tahun 2014. Di dalamnya antara lain diatur tentang keharusan pemerintah daerah membentuk unit pelayan teknis  di setiap kecamatan. Namun, upaya merealisasi unit pelayanan teknis ini hingga sekarang masih terkendala sinyal jaringan internet, hingga pencetakan terpaksa masih dilakukan di kantor Disdukcapil.

 

“Kepada warga yang belum melengkapi data identitasnya mari dari mulai sekarang agar segera melengkapinya di awal waktu agar ketika butuh sudah ada jangan sampai mendadak,” harapnya.

 

Sejauh ini, lanjut Ginanjar, pihaknya sudah menugaskan pegawaidi setiap kantor kecamatan untuk melakukan perekaman data calon pembuat KTP. Selanjutnya, mereka membawa resi ke kantornya.

 

“Nantinya resinya dibawa kesini (kantor Disdukcapil) oleh petugas kita, lalu dilakukan pencetakan, untuk kemudian dibawa kembali ke kecamatan masing-masing. Jadi warga tinggal menunggu saja tanpa harus mengeluarkan biaya,” ujarnya.

 

Sementara itu, sebelumnya Kepala Desa (Kades) Cibokor, Kecamatan Cibeber, Mamun Munjali mengeluhkan lama dan mahalnya biaya yang harus dikeluarkam wargasaat membuat KTP yang dilaksanakan di kantor Disdukcapil.

 

“Dalam hal ini, kami sebagai penyelenggara pemerintahan desa cukup dilematis. Karena, jujur saja kami tidak bisa berbuat apa-apa selama ini, mengingat kami tidak mempunyai kewenangan dalam pencetakan KTP,” tuturnya. ***

Komentar