Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 14:13

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Awas, Anjing Rabies Mengancam Kita

Oleh: Misbah Hidayat - Sabtu 19 Desember 2015 | 07:56 WIB

Awas, Anjing Rabies Mengancam Kita

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM – Dalam beberapa tahun terakhir, populasi anjing di Cianjur disinyalir meningkat cukup signifikan. Repotnya, sebagian besar jenis hewan pemakan daging ini dipelihara pemiliknya tanpa mengikuti standar kesehatan hewan peliharaan yang baku.

 

Termasuk standar minimal berupa vaksinasi anjing, banyak tidak dilakukan para pemiliknya. Sebagian besar pemilik beranggapan, dengan memberikan makan anjing peliharaannya saja, itu sudah lebih dari cukup. Sementara bahaya ancaman penyakit rabies yang dapat ditularkan anjing miliknya terhadap warga lain tidak pernah mereka pikirkan.

 

Akibatnya, hampir setiap saat ancaman tertular penyakit rabies membayangi hidup keseharian sebagian warga Cianjur. Ancaman terbesar dialami warga yang tinggal di kawasan dengan tingkat populasi anjing cukup tinggi. Apalagi di musim kemarau panjang seperti sekarang, ancaman tertular penyakit rabies semakin tambah besar, karena tak sedikit anjing yang ketersediaan makannya mengalami gangguan cukup serius.

 

Tingginya ancaman penularan penyakit rabies di Cianjur ini dibenarkan Kepala Seksi  Kesehatan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Cianjur, Agung Rianto.  Di Kabupaten Cianjur, lanjutnya, wilayah yang paling berpotensi terjangkit penyakit rabies adalah Kecamatan Ciranjang. Ini terjadi karena di wilayah tersebut populasi anjing jauh lebih banyak dibandingkan dengan di daerah-daerah lainnya.

 

Tingginya populasi anjing diwilayah tersebut, diyakini bisa memicu munculnya penyakit rabies akibat gigitan anjing. Untuk mengantisipasinya, dinas terkait terus proaktif melakukan kegiatan vaksin anjing peliharaan warga.

 

“Kalau menurut aturan animal welfare, kami tidak diperbolehkan melakukan pembiusan. Sedangkan untuk anjing yang liar, kami melakukan penangkapan dengan cara memberinya racun,” paparnya.

 

Terkait penyebaran penyakit rabies itu sendiri,  katanya ssangat tergantung kepada  tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah. Dengan semakin banyak penduduk, besar kemungkinan penyakit rabies akan lebih  mudah ditularkan.

 

Untuk itu, lanjut Agung, pihaknya berharap warga sadar betul akan bahaya penyebaran penyakit rabies yang acap kali ditularkan melalui gigitan anjing. “Untuk itu, kami harap wargapemilik anjing bisa memberikan vaksin secara rutin,” harapnya. (gap)

Komentar