Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:42

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Gagal Panen, Tak Ada Ganti Rugi Tapi Bantuan Alat Pertanian

Oleh: Firman Taqur - Rabu 26 Agustus 2015 | 08:17 WIB

Gagal Panen, Tak Ada Ganti Rugi Tapi Bantuan Alat Pertanian

net

BERITACIANJUR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur tidak mengalokasikan penggantian bagi lahan pertanian yang gagal panen atau fuso. Pemerintah setempat melalui dinas terkait akan lebih memberdayakan petani melalui pemberian bantuan alat sistem pertanian dan pelatihan manajemen pengelolaan air.


Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTH) Kab. Cianjur, Hj. Rika Ida Mustikawati mengatakan, tidak adanya penggantian terhadap tanaman fuso karena kejadian tersebut (gagal panen, red) lebih bersifat force major atau karena faktor alam.

 

"Lagipula harus dilihat dulu fusonya itu karena faktor apa? Apa karena faktor alam atau karena pola tanam yang tidak tepat. Kita sendiri tidak merekomendasikan petani untuk menanam padi dalam kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini," tutur Rika kepada "BC", kemarin.

 

Dikatakan Rika, kasus gagal panen yang terjadi di wilayah Kab. Cianjur lebih didominasi akibat pola tanam yang tidak tepat, termasuk jadwal pola tanam yang tidak serentak, menurutnya, juga sangat tinggi memicu terjadinya gagal panen terutama bagi tanaman padi.

 

"Karenanya regulasi yang kita ambil lebih kepada pola pembinaan sebagai bagian dari langkah preventif atau pencegahan. Dengan langkah ini pun peran dari para penyuluh pertanian di lapangan lebih dioptimalkan," imbuhnya. ***

Komentar