Jumat, 20 Oktober 2017 - Pukul 02:55

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Jelang Bulan Puasa PSK Gadog “Munggahan”

Oleh: Misbah Hidayat - Rabu 01 Juni 2016 | 09:47 WIB

Jelang Bulan Puasa PSK Gadog “Munggahan”

Kawasan wilayah Desa Gadog, Kecamatan Cipanas terlihat lengang. Gadog yang disebut "surganya" Cipanas itu mulai pudar seiring perkembangan teknologi. (Foto : Misbah Hidayat)

BERITACIANJUR.COM - Pekerja Seks Komersial (PSK) yang selama ini beroperasi di kawasan wisata Cipanas keberadaanya cukup sulit untuk dideteksi. Kalau sebelumnya kebanyakan berada di daerah Gadog, Kecamatan Pacet, kini sepertinya tidak lagi. Kalaupun ada mereka cukup sulit untuk dilacak.

 

Penggunaan teknologi menjadi salah satu alasan kenapa PSK sulit dilacak. Mereka tidak lagi mangkal, melainkan menggunakan sarana komunikasi seperti hand phone dalam menjajakan diri. Menjelang bulan puasa, para PSK yang kebanyakan dari luar Cipanas itu masih sering "munggahan".

 

"Biasanya menjelang bulan puasa seperti ini para PSK itu munggahan atau pulang ke kampung halamannya. Mereka akan datang lagi pada akhir puasa dan setelah lebaran. Itu sepertinya masih menjadi tradisi mereka untuk berkumpul dengan keluarga," kata Hardiansyah (30) warga Kecamatan Pacet.

 

Menurutnya, praktek prostitusi yang saat ini terjadi sudah mulai bergeser. Para PSK menggunakan pola antar jemput  atau deliveri. "Dulu kawasan Gadog terkenal sebagai tempat lokalisasi. Namun seiring dengan kemajuan zaman perlahan jumlah pelaku prostitusi di kawasan tersebut semakin berkurang bahkan nyaris tidak ada,” katanya.

 

Sebelumnya, Kepala Seksi Pelayanan Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Misbahudin, menampik jika diwilaya Gadog sekarang ini masih banyak terdapat pelaku prostitusi. Kendati demikian, pihaknya pun tidak memungkiri jika Gadog kerap di identikkan sebagai daerah prostitusi.

 

“Kalau dulu iya seperti itu. Namun untuk sekarang ini keberadaan pelaku prostitusi di daerah Gadog nyaris tidak ada. Saya tahu banyak, karena saya asli orang Gadog," katanya.

 

Menurut Misbahudin, dengan pesatnya kemajuan teknologi seperti sekarang ini para pelaku prostitusi selangkah lebih maju dalam menjalankan bisnis haramnya. Sehingga keberadaannya semakin sulit di deteksi.

 

“Dengan adanya teknologi yang mereka gunakan sekarang ini, tak jarang para pelaku prostitusi bisa menjalankan aksinya dengan menyasar pelanggan melalui media sosial,”paparnya.

Komentar