Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:28

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

SMK di Cianjur Tolak Penyetaraan SMK-Diploma

Oleh: Susi Susilawati - Rabu 26 Agustus 2015 | 12:00 WIB

SMK di Cianjur Tolak Penyetaraan SMK-Diploma

susi/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Ketua Program Teknim Mekanik Otomotif SMK PGRI 3 Otomotif Cianjur, Eli Setiawan mengaku tidak setuju dengan rencana pemerintah yang akan menyetarakan lulusan SMK dengan lulusan diploma.

 

Dirinya menjelaskan, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dalam segi kurikulum dan kompentensi. Sehingga ada perbedaan level yang akan menjadi kendala dalam proses pembelajaran.

 

“Gak tau jadi apa kalau program itu diterapkan. Sebab di Cianjur belum ada penyetaraan SMK dengan diploma, yang baru ada juga di daerah lain seperti Bandung,” ungkapnya kepada “BC”, Selasa (25/8).

 

Eli menerangkan, pembelajaran diploma 1, 2, 3, 4 sekalipun, berbeda kualifikasi dalam pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didiknya.

 

"Kalau di jenjang SMK itu, sifat materi yang diberikan masih dasar sebagai pembekalan ke tingkat berikutnya. Sedangkan di program diploma, produktifnya ada materi pendalaman sehingga memunculkan pemikiran analisis. Kalau pelajar SMK kan masih belum bisa disamakan pemikirannya,” terangnya.

 

Hal berbeda diungkapkan Humas SMK Progresia, Bayu Andriansyah mengatakan, pihaknya menyetujui adanya program kesetaran SMK dengan diploma. Sebab, penyetaraan tersebut, membuat lulusan SMK tidak perlu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 

“Bagus kalau disamakan, sehingga nanti kompentensi yang harus mereka miliki memang sudah setara dengan diploma. Jadi kalau bekerja sudah bisa diperhitungkan,” pungkasnya. ***

Komentar