Kamis, 14 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Mengenal Bohemian; Urakan, Pengelana dan Avonturir

Astri D. Andriani

Rabu, 26 Agustus 2015 - 17:30 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM - Urakan! – itu barangkali kata yang terlintas di benak kita saat diminta untuk menggambarkan stereotip seorang seniman. Bagi kebanyakan orang, kata seniman memang seringkali berkonotasi seperti itu: urakan – tidak mengikuti aturan dan bertingkah laku seenaknya.

Selain itu, mereka juga sering kali tergambarkan sebagai orang yang suka berkumpul dengan sesamanya (pemusik dengan pemusik, pelukis dengan pelukis, sastrawan dengan sastrawan), tidak menyukai ikatan dan pasungan aturan, suka berkelana, dan avonturir.

Tentu tidak semua seniman seperti itu. Namanya juga stereotip. Tapi kita pasti setuju bahwa seniman adalah orang yang kreatif. Kreativitas itulah yang membuat mereka mampu berkarya dan melihat sesuatu dengan cara yang berbeda dengan orang kebanyakan. Cara pandang yang berbeda inilah – barangkali – yang membuat mereka seringkali dianggap aneh – nyeleneh, tak lazim – sehingga bagi sebagian orang terlihat urakan.

Ideologi yang mendasari perilaku gaya hidup seorang seniman yang seperti itu dalam khazanah peristilahan disebut bohemianisme. Pelakunya – orangnya – dan sifatnya disebut bohemian.

Kata bohemian sendiri mulai muncul dan digunakan dalam bahasa Inggris pada abad ke-19 untuk menggambarkan gaya hidup yang nyeleneh di kalangan seniman, penulis, wartawan, aktor dan aktris miskin dan terpinggirkan yang hidup di kota-kota Eropa pada masa itu.

Manusia-manusia bohemian pada umumnya digambarkan sebagai orang-orang nyeleneh yang anti-kemapanan dalam pandangan sosial politiknya. Mereka hidup sangat sederhana, tidak terlalu acuh pada hak milik (mereka bersedia berbagai apapun yang mereka miliki), dan bebas ikatan – termasuk dalam hal hubungan cinta dan pernikahan.

Asal Usul

Bohemian pada mulanya sebenarnya adalah sebutan untuk orang-orang yang berasal dari daerah Bohemia, sebuah kawasan di Eropa Tengah yang sekarang kurang lebih mencakup wilayah Republik Cheko dan daerah-daerah di sekitarnya.

Pada abad ke-19, orang-orang Perancis menggunakan istilah Bohemian (orang-orang Bohemia) untuk menyebut para pengembara Gipsy yang berasal dari daerah Romania karena mereka menyangka bahwa mereka berasal dari Bohemia.

Istilah itu bisa berkonotasi positif atau negatif. Dalam pengertian positifnya, Bohemian bermakna orang-orang Gipsy yang mempunyai kemampuan bersastra (lisan) dan menguasai seni. Dalam pengertian negatif, Bohemian dikaitkan dengan orang-orang yang punya sifat leka (urakan, sembrono, abai) dalam hal kebersihan diri dan tak setia pada ikatan pernikahan.

Melalui praktik-praktik diskursif (meminjam istilah Foucault) yang berkelanjutan dari pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20, terbentuklah makna kultural kata bohemian seperti yang sekarang dipahami.

Sekali lagi, bohemian mengacu pada sifat atau karakteristik yang dimiliki seseorang, atau orang yang mempunyai sifat atau karakteristik seperti seorang bohemia. Sementara itu, bohemianisme adalah praktik gaya hidup yang bercirikan bohemian. (net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 11 jam yang lalu

Cegah Difteri dengan Imunisasi

WABAH difteri di Cianjur makin meluas sehingga meneror masyarakat. Betapa tidak, di sepanjang 2017, tercatat 11 orang di lima lokasi berbeda terjangkit dan dua di antaranya meninggal dunia.

Aktualita 11 jam yang lalu

Dinkes Bilang Vaksin Halal, MUI: Kami Belum Pernah Terbitkan Sertifikasi Halal

KEPALABidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Neneng Efa Fatimah mengatakan, masih banyak warga Cianjur yang belum sadar pentingnya imunisasi.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Rem Blong, Truk Tronton Seruduk Mobil dan Pagar Rumah

KECELAKAAN kembali terjadi di ruas Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kampung/Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Rabu (13/12/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Nasib Ratusan Buruh PT Ikon Garmindo, Harus Diselesaikan di Pengadilan

ANJURAN penyelesaian persoalan hak-hak buruh PT Ikon Garmindo ke ranah Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), ternyata tidak hanya disampaikan pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur. 

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Tak Mudah Terbuai Iming-iming Investor

Alih fungsi lahan produktif di Kabupaten Cianjur terbilang menggila. Ratusan bahkan ribuan hektar lahan pesawahan di Kabupaten yang mayoritas masyarakatnya bergelut di bidang agraris (pertanian, red)…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

2018 Bantuan DD Akan Naik Kabar Hoax

Kabar adanya kenaikan untuk pagu bantuan Dana Desa (DD) di Tahun 2018, nyatanya sebatas berita bohong belaka alias Kabar Hoax.  Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Cecep…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Pegadaian Berikan 200 Kupon Servis Motor Gratis

CIANJUR - Akhir tahun 2017, banyak perusahaan adu promosi agar target perusahaan mereka tercapai. Sebut saja salah satunya Pegadaian Cabang Cianjur. Dalam rangka mempromosikan program mereka yang bertajuk…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Papamango Thai Laris Manis

CIANJUR - Siapa tak kenal dengan minuman jus mangga kekinian asal negeri Thailand, Mangothai yang kini tengah menjadi incaran para pecinta kuliner. Minuman ngehits ini mendadak menjadi idola dan hampir…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Pemenang Tender Terbukti Subkan Pekerjaan

TERUNGKAP, pelaksanaan kegiatan perataan dan pemagaran pembangunan Masjid Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi ternyata disub kontrakkan oleh pihak pemenang tender.

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

MTs Manarulhuda Adakan Bengkel Kreasi Siswa

MTs Manarulhuda mengadakan kegiatan Bengkel Kreasi Siswa, selasa (12/12) pagi hari. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah itu dihadiri orangtua siswa dan…