Rabu, 23 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

Mengenal Bohemian; Urakan, Pengelana dan Avonturir

Astri D. Andriani

Rabu, 26 Agustus 2015 - 17:30 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM - Urakan! – itu barangkali kata yang terlintas di benak kita saat diminta untuk menggambarkan stereotip seorang seniman. Bagi kebanyakan orang, kata seniman memang seringkali berkonotasi seperti itu: urakan – tidak mengikuti aturan dan bertingkah laku seenaknya.

Selain itu, mereka juga sering kali tergambarkan sebagai orang yang suka berkumpul dengan sesamanya (pemusik dengan pemusik, pelukis dengan pelukis, sastrawan dengan sastrawan), tidak menyukai ikatan dan pasungan aturan, suka berkelana, dan avonturir.

Tentu tidak semua seniman seperti itu. Namanya juga stereotip. Tapi kita pasti setuju bahwa seniman adalah orang yang kreatif. Kreativitas itulah yang membuat mereka mampu berkarya dan melihat sesuatu dengan cara yang berbeda dengan orang kebanyakan. Cara pandang yang berbeda inilah – barangkali – yang membuat mereka seringkali dianggap aneh – nyeleneh, tak lazim – sehingga bagi sebagian orang terlihat urakan.

Ideologi yang mendasari perilaku gaya hidup seorang seniman yang seperti itu dalam khazanah peristilahan disebut bohemianisme. Pelakunya – orangnya – dan sifatnya disebut bohemian.

Kata bohemian sendiri mulai muncul dan digunakan dalam bahasa Inggris pada abad ke-19 untuk menggambarkan gaya hidup yang nyeleneh di kalangan seniman, penulis, wartawan, aktor dan aktris miskin dan terpinggirkan yang hidup di kota-kota Eropa pada masa itu.

Manusia-manusia bohemian pada umumnya digambarkan sebagai orang-orang nyeleneh yang anti-kemapanan dalam pandangan sosial politiknya. Mereka hidup sangat sederhana, tidak terlalu acuh pada hak milik (mereka bersedia berbagai apapun yang mereka miliki), dan bebas ikatan – termasuk dalam hal hubungan cinta dan pernikahan.

Asal Usul

Bohemian pada mulanya sebenarnya adalah sebutan untuk orang-orang yang berasal dari daerah Bohemia, sebuah kawasan di Eropa Tengah yang sekarang kurang lebih mencakup wilayah Republik Cheko dan daerah-daerah di sekitarnya.

Pada abad ke-19, orang-orang Perancis menggunakan istilah Bohemian (orang-orang Bohemia) untuk menyebut para pengembara Gipsy yang berasal dari daerah Romania karena mereka menyangka bahwa mereka berasal dari Bohemia.

Istilah itu bisa berkonotasi positif atau negatif. Dalam pengertian positifnya, Bohemian bermakna orang-orang Gipsy yang mempunyai kemampuan bersastra (lisan) dan menguasai seni. Dalam pengertian negatif, Bohemian dikaitkan dengan orang-orang yang punya sifat leka (urakan, sembrono, abai) dalam hal kebersihan diri dan tak setia pada ikatan pernikahan.

Melalui praktik-praktik diskursif (meminjam istilah Foucault) yang berkelanjutan dari pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20, terbentuklah makna kultural kata bohemian seperti yang sekarang dipahami.

Sekali lagi, bohemian mengacu pada sifat atau karakteristik yang dimiliki seseorang, atau orang yang mempunyai sifat atau karakteristik seperti seorang bohemia. Sementara itu, bohemianisme adalah praktik gaya hidup yang bercirikan bohemian. (net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Kapolres Minta Personel Jalankan Buddy System

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH mengimbau personelnya agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas dilapangan sebagai upaya antisipasi aksi teror.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Karyawan Perumdam Tirta Mukti Tingkatkan Ibadah

BULAN Ramadan menjadi momentum setiap orang untuk berlomba mendapatkan pahala di bulan suci itu. Tak terkecuali para karyawan di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Disdukcapil Minta Perbaikan Jaringan Dipercepat

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait adanya gangguan server dalam pembuatan KTP elektronik dalam tiga hari terakhir.

Si Maung 9 jam yang lalu

JAGA KEANGKERAN 'KANDANG MAUNG'

DEMI harga diri tampil di 'kandang maung' dan target menembus papan atas, kemenangan menjadi harga mati bagi Persib saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-10, di Stadion Gelora Bandung…

Bisnis Line 10 jam yang lalu

Paket Kombo D'Abah Jadi Menu Andalan 'Bukber'.

BULAN Ramadhan merupakan momentum keberkahan bagi umat Islam. Uniknya, momen keberkahan ramadhan ternyata dirasakan tidak hanya untuk muslim, tetapi juga dirasakan oleh para pebisnis kuliner. Bagaimana…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

CAI Soroti Pendirian Mall GSP Ciranjang

PENDIRIAN Ruko dan Mall GSP Ciranjang kembali mendapat sorotan publik. Kali ini sorotan tajam disampaikan kalangan aktivis yang tergabung dalam Cianjur Aktivis Independen (CAI).

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Pemicu Terjadinya Macet Di Ciranjang Bertambah

JALAN raya Cianjur - Bandung tepatnya di pertigaan jalan masuk ke pasar, Bojongpicung dan menuju jalan Jati, setiap harinya tak pernah sepi kendaraan motor maupun mobil.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

PJU Tak Ada, Jalan Kebon Jeruk Rawan Lakalantas

TIDAK tersedianya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan Ciranjang - Bojongpicung tepatnya di Kampung Kebon Jeruk, Kecamatan Bojongpicung menyebabkan lokasi tersebut rawan terjadi…

Aktualita 24 jam yang lalu

Wabup Akui Nikmati Upah Pungut

TERNYATA, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengakui jika dirinya memang menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Kok bisa?

Cianjur Euy 22/05/2018 06:05 WIB

Longsor Tutup Akses Jalan Ke Gunung Padang

BENCANA longsor kembali menerjang Kabupaten Cianjur, kini terjadi di wilayah Kecamatan Campaka. Akibatnya, akses jalan menuju situs Meghalitikum Gunung Padang sempat tertutup longsoran tanah, Jumat (18/5/2018)…