Selasa, 22 Agustus 2017 - Pukul 04:41

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Pemerintah Dinilai Terlalu 'Pede' dan Remehkan Krisis

Oleh: Disma M. Taryum - Kamis 27 Agustus 2015 | 07:43 WIB

Pemerintah Dinilai Terlalu 'Pede' dan Remehkan Krisis

net

BERITACIANJUR.COM – Berbagai kritik dan cacian mengalir ke pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla seiring memburuknya perekonomian nasional dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Pemerintah dianggap bukan hanya terlalu percaya diri, tapi justru kurang antisipasi dan seolah meremehkan kondisi perekonomian nasional terkini.

 

Namun, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah justru meminta masyarakat tak usah panik dengan kondisi perekonomian saat ini. Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, Indonesia jmodal penting untuk menghadapi krisis yang sebenarnya dipicu persoalan global itu.

 

“Potensi ekonomi bangsa Indonsia sangat besar. Kekayaan ini menjadi modal untuk bersaing di kancah global. Kita harus optimistis kondisi ekonomi Indonesia akan membaik ke depan,” katanya di gedung DR RI, Rabu (25/8).

 

Said menegaskan, pemerintah sebenarnya sudah berupaya merespon memburuknya perekonomian global agar tak berimbas ke dalam negeri. Misalnya, dengan paket kebijakan yang prorakyat dengan menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

 

Untuk pemangkasan kredit UMKM dari 21 persen menjadi 12 persen, katanya, jelas merupakan bentuk keberpihakan ke rakyat. Sebab, para pengusaha kecil akan sangat tertolong karena usahanya tak terbebani oleh bunga kredit yang tinggi.

 

"Itu positif dan sangat menolong usaha-usaha kecil. Kita apresiasi," kata anak buah Megawati Soekarnoputri di PDIP itu. Selain itu penurunan bunga KUR juga bakal mendorong ekonomi sektor usaha kecil bergeliat kembali. Terlebih sektor UMKM dikenal kebal terhadap krisis. (net)

Komentar