Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:37

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Beratnya Pekerjaan Tak jadi Halangan untuk Berpuasa

Oleh: Misbah Hidayat - Minggu 19 Juni 2016 | 11:00 WIB

Beratnya Pekerjaan Tak jadi Halangan untuk Berpuasa

BC/Misbah Hidayat

BERITACIANJUR.COM - Kendati di bulan Ramadhan, namun bagi sejumlah pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Sembung, Cilaku. Hal itu tak dijadikannya sebagai halangan untuk tetap beraktivitas sambil menjalankan ibadah puasa.

 

Menurut Maman (60), pemulung asal Desa Sirnagalih, mengaku, meskipun pekerjaannya tersebut cukup menguras tenaga namun dirinya tetap menjalankan ibadah puasa dengan harapan mendapatkan pahala dari Allah SWT di bulan Ramadhan kali ini.

 

“Tahun sebelumnya pun sama, namun yang membedakan pada puasa kali ini dibarengi dengan cuaca yang tidak menentu,” tuturnya kepada “BC” saat ditemui di lokasi belum lama ini.

 

Menurut Maman, dirinya tetap tegar menjalankan perintah tuhan, meskipun pekerjaan yang dilakoninya itu berbeda dengan bidang pekerjaan yang digeluti masyarakat lain pada umumnya.

 

“Kami di sini bekerja di tempat yang terik, terkadang kami sering dilanda kehausan,” sebutnya.

 

Sementara itu, Petugas Retribusi TPAS Pasir Sembung, Deni, mengatakan, rata-rata lamanya bekerja para pemulung di TPAS Pasirsembung, dimulai dari pagi hingga menjelang sore hari. Hal tersebut menyesuaikan dengan sampah yang datang ke lokasi.

 

“Memang, mereka (pemulung) saya lihat tetap menjalankan ibadah puasa. Meskipun mereka harus bekerja di  bawah  teriknya matahari,” katanya.

Komentar