Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 12:52

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Sopir Angkum Jangan Asal Naikan Tarif !

Oleh: Zenal Mustari - Senin 20 Juni 2016 | 10:00 WIB

Sopir Angkum Jangan Asal Naikan Tarif !

net

BERITACIANJUR.COM - Menjelang pelaksanaan arus mudik lebaran 2016 masyarakat di Cianjur bagian selatan meminta pemerintah dan pengusaha angkutan agar tidak menaikan tarif (tuslah,red) untuk angkutan mudik lebaran ke wilayah itu.

 

Saeful Ali (45), warga Kecamatan Cidaun, menuturkan, kebijakan tuslah yang dikeluarkan pemerintah dinilai akan memberatkan masyarakat. Pasalnya, jelas Saeful, dengan tidak dikeluarkannya kebijakan tuslahpun pengusaha angkutan yang melayani rute Cianjur bagian selatan dipastikan akan menaikan tarif sepihak.

 

"Kami meminta, para pengusaha angkutan tak menaikan tarif sepihak. Ini jelas merugikan masyarakat yang akan melakukan mudik. Sebab, kondisi tersebut selalu terjadi setiap musim mudik," tutur Saeful, kepada "BC", kemarin (19/6).

 

Disebutkan Saeful, pemerintah harus tegas dalam melakukan pengawasan terkait tarif angkutan umum rute Cianjur-Cidaun. 

 

"Alasannya karena marema lebaran, ongkos angkum dinaikan sepihak. Bilangnya sih terpaksa ongkos dinaikan karena buat tambahan bayar calo mahal," katanya.

 

Senada, Cecep Suparman (41), warga lainnya mengungkapkan, kenaikan tarif angkutan umum rute Cianjur-Cidaun selalu terjadi setiap tahun. Tetapi para pengusaha tidak pernah mendapatkan teguran atau sanksi dari pemerintah. 

 

"Benar kalau ongKos angkum jurusan Cianjur-Cidaun tak menentu atau kenaikanya kumaha sopir. Hampir seluruh angkutan yang melayani trayek Cianjur bagian selatan selalu menaikan tarif sepihak," ujar Cecep.

 

Sementara itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait ada atau tidaknya tuslah.

 

"Kami masih menunggu pemerintah pusat. Jika memang ada yang menaikan secara sepihak tentunya kami akan berikan sanksi tegas," jelas Kepala Terminal Pasir Hayam, Yogi.

Komentar