Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:29

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Kolektor Motor Lawas, Uhil Jalani Hobi Sekaligus Investasi

Oleh: K-1 - Selasa 28 Juni 2016 | 16:00 WIB

Kolektor Motor Lawas, Uhil Jalani Hobi Sekaligus Investasi

BC/K-1

BERITACIANJUR.COM - Makin klasik makin asyik itulah slogan yang pantas diberikan pada benda lawas yang satu ini. Bagaimana tidak dengan mempunyai model kayuhan seperti halnya sepeda gowes ini menjadikan magnet tersendiri bagi orang yang melihatnya.

 

Kecintaannya terhadap benda klasik terutama sepeda motor membuatnya lupa segalanya. Hilman Supriatno (28), ayah dari satu orang anak ini, asal Pasir Hayam, sudah sejak tahun 2009 hobi gilanya mulai, dari sekedar penikmat hingga mengoleksi motor tua.

 

"Awalnya cuma diajak temen buat nongkrong sama para pehobi motor tua, lama-lama jadi suka, akhirnya sampai sekarang saya suka sama motor antik," ujar pria yang akrab disapa Uhil.

 

Dirinya kini mempunyai koleksi 4 motor tua, yang paling tua yaitu Zundap Combinate tahun 1951, buatan Jerman, yang dia dapat dari temannya di Bekasi. Bahkan dirinya rela pergi meninggalkan keluarga kecilnya demi kecintaannya terhadap motor tua, hanya untuk sekedar kumpul bareng bersama teman sesama kolektor motor tua.

 

"Kalo sudah hobi susa pasti apapun dilakukan kalo buat si motor tua ini, walaupun hanya sekedar nongkrong bareng, tukar pikiran soal motor tua," imbuhnya.

 

Ketika disinggung soal harga motor tersebut, dia hanya senyum dan menjawab bisa sebanding dengan harga 3 ekor sapi, jika hanya sekedar suka saja tidak cukup tapi juga harus benar-benar mengagumi.

 

“Kalau koleksi motor tua seperti kita menyimpan harta karun karena jika sekarang kisaran harga 25 juta tapi 2 atau 3 tahun kedepan harganya bisa dua kali lipat, makannya selain hobi juga sekali berbisnis didunia otomotif,” tuturnya. (k-1)

Komentar