Selasa, 30 Mei 2017 - Pukul 16:19

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Ikuti jejak Apple, Google segera rilis smartphone sendiri

Oleh: net - Selasa 28 Juni 2016 | 21:00 WIB

Ikuti jejak Apple, Google segera rilis smartphone sendiri

Kantor Google di Mountain View, California, Amerika Serikat (Shutterstock).

BERITACIANJUR.COM - Hari minggu lalu (26/06), kabar mengejutkan muncul dari salah satu media besar Inggris soal Google. Kabarnya raksasa teknologi ini berniat meluncurkan smartphone mereka sendiri.

 

Berdasarkan informasi yang diterima oleh The Telegraph, Google sedang berdiskusi dengan beberapa operator selular Negeri Paman Sam terkait peluncuran smartphone dengan merek 'Google'. Langkah ini sama dengan yang dilakukan oleh Apple dengan iPhonenya.

 

Ya, sebagai pemilik dari platform Android, Google tidak membuat smartphone mereka sendiri dan memilih menyerahkan pembuatan smartphone Nexus ke vendor smartphone lain seperti Huawei. Mereka lebih fokus mengembangkan sistem operasi Android dan ekosistem aplikasinya.

 

Namun tradisi ini akan segera berubah beberapa bulan lagi. Sumber The Telegraph yang mengklaim sebagai orang senior di Google, mengatakan bila smartphone baru Google akan muncul di akhir tahun ini. Google sendiri yang bertanggung jawab soal desain, perakitan, hingga software-nya.

 

Peluncuran smartphone milik sendiri ini juga bisa dipakai oleh Google untuk memastikan keselamatan aplikasi mereka di tengah perpecahan platform Android akibat perubahan yang dilakukan oleh vendor smartphone.

 

Tentu kita tahu bagaimana vendor mengubah Android agar lebih eksklusif, misalnya adanya MIUI-nya Xiaomi, Samsung TouchWiz, atau ColorOS milik Oppo. Dampaknya, setiap update OS Android membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tangan pengguna karena vendor butuh waktu untuk menyesuaikan update dengan modifikasi 'ROM' mereka.

 

"Mereka (Google) sangat khawatir akan perpecahan di tubuh Android, Android seharusnya menjadi platform yang terkontrol," ujar Ben Wood, pengamat dari CSS Insight. (merdeka.com)

Komentar