Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:39

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Kisah Pedagang Kubah Masjid, Jualannya Laku Keras di Bulan Ramadhan

Oleh: M. Arlan Akbar - Rabu 29 Juni 2016 | 11:00 WIB

Kisah Pedagang Kubah Masjid, Jualannya Laku Keras di Bulan Ramadhan

BC/M.Arlan Akbar

BERITACIANJUR.COM - Bulan suci ramadhan ternyata juga menjadi sesuatu yang berarti bagi para pedagang kubah masjid. Tak ayal kondisi tersebut menjadikan keuntungan berlimpah disamping di hari biasa sebelumnya.

 

Kubah sendiri dibuat berbahan dasar stainless, penjualan kubah tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur. Ada banyak variasi yang cukup menarik sehingga dapat menjadi perhatian para pembeli.

 

Menurut Abi Darda (54), pemilik usaha kubah masjid di kawasan Karangtengah menyebutkan, omset usahanya terbilang tak menentu. Namun bulan ramadhan ini mengalami peningkatan karena banyaknya pembeli.

 

Dia menambahkan, produk kubah masjid tidak mengenal musim karena tidak ada patokan. Diibaratkannya, setelah sebulan sebelumnya menerima order banyak. Bulan berikutnya bisa jadi sepi.

 

"Ramadan kali ini terjual 10 unit kubah bermacam ukuran. Taksiran pendapatan kotor mencapai Rp 15 juta. Kebanyakan pesanan produk tahun ini bersumber dari sejumlah yayasan," ungkapnya kepada "BC", (17/6).

 

Pria yang akrab disapa  Erda mengatakan,  sejak tahun 1996 silam sudah menjual kubah mesjid. Pesanan jenis usaha ini tidak pernah kehilangan pelanggan walaupun  penjualan sedikit.

 

"Bulan lalu sebelum ramadhan pesanan hampir tidak ada. Pembeli yang datang ke lapak sejak dulu referensi pelanggan lama. Ada yang datang membeli baru, mengambil pesanan atau datang untuk renovasi kubah tambah tukar tambah," ungkapnya.

 

Agus Aron (35), pengrajin kubah menyatakan, harga jual per unit dari harga terendah Rp.300 ribu hingga ukuran harga Rp.15 juta per unit. Pembeli yang datang berasal dari luar daerah dan Cianjur. Konsumen asal luar daerah datang umumnya tidak sengaja melihat kubah yang dijejerkan di lapak.

 

Jenis kubah masjid yang ditawarkan adalah tipe lokal, model tasik. Sebagian besar pedagang  tidak menginduk tipe kubah ala ke timur tengah, jenisnya dua macam, Blimbing berbentuk bulat besar dan roket bentuknya pipih menjulang ke atas.

 

"Bagian kubah dari bawah bernama soko, badan kubah disebut perut badan, isi bantalan perut namanya sosok. Semua berasal dari stainless steel yang dirakit bongkar pasang. Berlanjut bagian tepian atas atau pucuk. Kemudian bagian baling-baling tiang. Sementara lafal Allah pada ring atau bulan sabit disebut suliwer," katanya.

Komentar