Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 03:02

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Demi Emban Tugas Negara, Rela Jauh dari Keluarga

Oleh: K-1 - Kamis 07 Juli 2016 | 05:29 WIB

Demi Emban Tugas Negara, Rela Jauh dari Keluarga

BC/Angga Purwanda

BERITACIANJUR.COM - Hari raya Idul Fitri merupakan momen di mana seluruh umat muslim berkumpul bersama keluarga dengan penuh suka cita. Namun, hal itu tak berlaku bagi para anggota kepolisian dan lainnya yang tengah menjalankan tugas melayani masyarakat.


Seperti halnya kedua dara berparas manis yang kini bertugas di Kepolisian Resort (Polres) Cianjur. Sebagai Polisi Wanita (Polwan) keduanya sadar betul akan kewajiban dan tanggungjawabnya dalam mengemban tugas guna melayani masyarakat, terlebih di malam takbir yang memerlukan kehadiran aparat kepolisian untuk membantu terutama kelancaran arus lalu lintas di jalan-jalan selain pengamanan lainnya.


Bripda Cindy dan Bripda Ratih, keduanya merupakan anggota satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Cianjur, harus rela jauh dari keluarga dan bergabung dalam Operasi Ramadniya 2016, guna mengamankan wilayah hukum Cianjur yang kini jadi tempat dinasnya.


Keduanya mengungkapkan, kurang lebih sudah 2 tahun ini tak berkumpul dengan keluarga demi mengemban tugas sebagai Polwan. Kendati begitu, mereka pun mengaku menjalaninya dengan ikhlas meski perasaan sedih terkadang menghampiri.


"Sedih aja tidak dapat berkumpul sama keluarga, tapi tidak apa-apa demi tugas. Kalau tidak ada kita (Polisi) mungkin masyarakat, lalu lintasnya mau seperti apa? Apalagi malam takbir seperti ini banyak kendaraan, yang penting ikhlas aja," ujar Cindy disela kesibukannya bertugas mengatur lalu lintas saat malam takbir perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah, pada Selasa malam (05/07/2016).


Senada pula diungkapkan Ratih, yang tak bisa mudik ke daerah aslinya di Garut. Karena bagaimana pun tugas negara harus tetap dijalaninya, walaupun harus berada di jalan mengatur arus lalu lintas.


Meskipun sebagai Polwan, dirinya terkadang mendapatkan cemoohan dari masyarakat. Padahal, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pun total mereka lakukan.


"Ya, kita sering mendapat judge negatif dari masyarakat, tapi tidak apa-apa. Tapi kita selalu berusaha untuk lebih baik lagi, soalnya kita juga punya tugas masing-masing. Karena kami pun mengemban tugas, ya harus ditaati oleh masyarakat. Terkadang masyarakat sudah melanggar dan malah berbalik marah, tapi tak apalah," bebernya. (rus)

Komentar